Loading...
Loading...
البيروني
Abu Rayhan Muhammad ibn Ahmad al-Biruni (362-440 H / 973-1048 M) adalah seorang polymath Muslim dari Kath di Khwarezm (kini wilayah Uzbekistan) yang dianggap sebagai salah satu cendekiawan terbesar dalam peradaban Islam dan dalam sejarah umat manusia. Cakupan intelektualnya meliputi astronomi, matematika, geografi, geologi, farmakologi, sejarah, dan perbandingan agama. Ia menghabiskan waktu yang cukup lama di istana berbagai penguasa Asia Tengah sebelum bergabung dengan istana Sultan Mahmud dari Ghazna.
Al-Biruni mengarang lebih dari 140 karya, meskipun banyak di antaranya telah hilang. Karya paling terkenalnya adalah Kitab al-Hind (Buku tentang India), sebuah kajian yang sistematis dan sangat objektif mengenai peradaban, agama, filsafat, ilmu pengetahuan, dan budaya India, yang mencerminkan pendekatan terhadap kajian lintas budaya yang jauh melampaui zamannya. Karyanya al-Qanun al-Masudi merupakan ensiklopedia astronomi yang sangat besar, dipersembahkan kepada Sultan Masud dari Ghazna. Ia juga menulis Kitab as-Saydanah (tentang farmakologi), al-Athar al-Baqiyah (tentang sistem penanggalan berbagai peradaban), dan Kitab at-Tafhim (pengantar astrologi dan astronomi). Ia menghitung jari-jari Bumi dengan tingkat akurasi dalam batas 1% dari nilai sebenarnya menggunakan metode trigonometri.
Al-Biruni dikenal karena pendekatannya yang unik: ia menekankan pengamatan langsung dan verifikasi empiris, bersedia mempelajari bahasa Sanskerta untuk mengkaji sumber-sumber India dalam bahasa aslinya, serta memperlakukan peradaban dan agama-agama lain dengan penuh rasa hormat. Ia wafat di Ghazni (kini wilayah Afghanistan) pada sekitar tahun 440 H (1048 M). Warisannya sebagai pelopor ilmuwan empiris, ahli perbandingan agama, dan cendekiawan universal tetap tak tertandingi pada masa abad pertengahan.
No linked books yet.