Loading...
Loading...
الحداد
Imam
Abdullah ibn Alawi ibn Muhammad ibn Ahmad al-Haddad (1044–1132 H/1634–1720 M) adalah seorang Ba'Alawi ulama, mursyid Sufi, dan one dari greatest spiritual figures dari Hadhramaut, Yaman. Lahir di Tarim, Hadhramaut, ke dalam terpandang Alawide sayyid lineage (descendants dari Nabi ﷺ melalui Imam al-Husayn), he lost his eyesight as child due ke illness but compensated dengan extraordinary inner development.
Al-Haddad belajar kepada leading para ulama dan mursyid Sufis dari Tarim dan became recognized master dari Shadhili-Alawi jalan Sufi — distinctive spiritual tradisi dari Hadhramaut yang emphasizes love dari Nabi ﷺ, continuous remembrance (dhikr), dan adherence ke Sharia. Ia menjadi one dari most important figures di history dari this tradisi.
Karya-karyanya adalah among most widely read di Islamic spirituality. His Nasaih ad-Diniyyah wal-Wasaya al-Imaniyyah (Religious Counsels dan Admonitions dari Faith) adalah seorang collection dari spiritual counsels. His al-Hikam (Spiritual Aphorisms) adalah profound meditations pada spiritual life. His Wird al-Latif (The Gentle Litany) adalah one dari most widely recited wird (litanies dari remembrance) di dunia Islam ke this day.
Al-Haddad's teaching spread dari Tarim di seluruh Indian Ocean dunia — ke Afrika Timur, India, dan Asia Tenggara — melalui extensive Hadrami diaspora network. Ia adalah dikenal sebagai Qutb (spiritual pole) dari eranya di Ba'Alawi tradisi. He wafat di Tarim di 1132 H dan adalah buried there. His spiritual writings dan his wird continue ke be recited oleh millions di seluruh dunia Islam.
No linked books yet.