Loading...
Loading...
الهروي الأنصاري
Sheikh
Abu Isma'il Abdullah ibn Muhammad al-Ansari al-Harawi (396-481 H / 1006-1089 M) adalah seorang ulama Hanbali, hafizh hadits, dan sufi dari Herat (kini wilayah Afghanistan). Ia merupakan otoritas Hanbali terkemuka di Khurasan dan salah satu cendekiawan paling berpengaruh pada masanya, memadukan keilmuan tradisional yang mendalam dengan kehidupan spiritual yang teguh.
Al-Harawi adalah pembela setia tradisi teologi Hanbali dan pengkritik vokal terhadap spekulasi teologis (kalam). Ia dikenal karena kecintaannya kepada Imam Ahmad ibn Hanbal serta kesetiaan kuatnya pada manhaj Athari dalam aqidah. Ia dikabarkan menghadapi penentangan bahkan ancaman akibat pandangannya, namun tetap tidak berkompromi.
Karya termashurnya adalah Manazil as-Sa'irin (Maqamat Para Pejalan Menuju Allah), sebuah panduan ringkas namun mendalam tentang maqamat-maqamat spiritual di jalan menuju Allah. Karya ini menggunakan kerangka spiritualitas Islam seraya tetap berpijak kokoh pada teologi Sunni, dan menjadi salah satu teks paling banyak disyarahi dalam khazanah literatur spiritual Islam — paling masyhur disyarahi oleh Ibn al-Qayyim al-Jawziyyah dalam karyanya yang monumental, Madarij as-Salikin. Ia juga mengarang Dhamm al-Kalam wa Ahlihi (Celaan terhadap Kalam dan Para Penganutnya), sebuah karya penting dalam tradisi Hanbali yang menentang spekulasi teologis.
Al-Harawi wafat di Herat pada tahun 481 H. Manazil as-Sa'irin dan Dhamm al-Kalam-nya merupakan warisan ilmiahnya yang paling abadi, mencerminkan dua dimensi khas dari identitas keilmuannya — sebagai pembimbing spiritual sekaligus pembela aqidah Athari.
No linked books yet.