Loading...
Loading...
المهدي بن تومرت
Abu Abdullah Muhammad ibn Tumart (sekitar 473-524 H / sekitar 1080-1130 M) adalah seorang ulama dan pembaharu agama Berber dari suku Masmuda di Pegunungan Atlas, Maroko, yang mendirikan gerakan Almohad (al-Muwahhidun). Ia belajar di al-Andalus, kemudian melakukan perjalanan ke Baghdad, Mesir, dan Hijaz, di mana ia terpengaruh oleh ajaran reformis Abu Hamid al-Ghazali dan ulama-ulama lainnya.
Ibn Tumart mengembangkan posisi teologis yang murni dengan menekankan tauhid yang ketat, menolak interpretasi antropomorfis terhadap sifat-sifat Allah, dan berpegang pada apa yang ia anggap sebagai Islam asli sebagaimana yang dibawa oleh Nabi ﷺ. Ia dipengaruhi oleh teologi Asy'ari dan tulisan-tulisan al-Ghazali. Dalam perjalanannya kembali ke barat, ia mulai berdakwah menyerukan pembaruan dan menghadapi apa yang ia pandang sebagai kerusakan moral dan agama.
Ia memproklamirkan dirinya sebagai al-Mahdi (yang diberi petunjuk) — sebuah klaim yang sangat membentuk gerakannya — dan mulai mengorganisir suku-suku Berber di Pegunungan Atlas menjadi sebuah kekuatan militer dan keagamaan. Letnan utamanya, Abd al-Mu'min, memimpin gerakan ini meraih kemenangan militer setelah wafatnya Ibn Tumart, dan mendirikan kekhalifahan Almohad yang pada akhirnya menguasai seluruh Afrika Utara dan al-Andalus.
Ibn Tumart mengarang karya-karya teologis yang menguraikan akidah reformisnya. Gerakan Almohad yang ia dirikan merupakan salah satu revolusi religio-politik paling signifikan dalam sejarah Islam di Afrika Utara. Namun, warisannya juga diwarnai kontroversi, karena penganiayaan Almohad terhadap kaum Yahudi dan Nasrani di Afrika Utara dan al-Andalus berlangsung sangat keras. Ia wafat sekitar tahun 524 H di Tinmel, Maroko.
No linked books yet.