Loading...
Loading...
المحلي
Jalal ad-Din Muhammad ibn Ahmad al-Mahalli (791-864 H / 1389-1459 M) adalah seorang ahli fiqh, teolog, dan mufassir terkemuka dari Mesir bermazhab Syafi'i, yang paling dikenal karena memulai penulisan Tafsir al-Jalalayn (Tafsir Dua Jalal), salah satu kitab tafsir Al-Qur'an yang paling banyak dibaca di dunia Islam. Lahir di kawasan Mahalla di Kairo, ia menuntut ilmu dari para ulama terkemuka pada masa Dinasti Mamluk dan diakui sebagai salah satu orang paling berilmu di zamannya dalam berbagai disiplin keilmuan.
Al-Mahalli memulai penulisan tafsirnya dengan mengomentari Surah al-Kahf (surah ke-18) hingga Surah an-Nas (surah ke-114), kemudian Surah al-Fatihah (surah ke-1). Ia wafat pada tahun 864 H (1459 M) sebelum menyelesaikan karyanya tersebut, meninggalkan penafsiran Surah al-Baqarah hingga Surah al-Isra (surah ke-2 hingga ke-17) dalam keadaan belum selesai. Muridnya, Jalal ad-Din as-Suyuti, kemudian menyelesaikan surah-surah yang tersisa dengan gaya yang sama, ringkas dan padat, sehingga menghasilkan Tafsir al-Jalalayn yang merupakan karya bersama keduanya. Tafsir ini sangat dihargai karena keringkasan dan kejelasannya yang luar biasa, menjelaskan makna setiap ayat hanya dalam beberapa kata, sehingga menjadikannya tafsir pengantar yang ideal bagi para penuntut ilmu.
Al-Mahalli juga menulis Syarh Jam' al-Jawami' (komentar atas karya as-Subki tentang usul al-fiqh, yang kemudian menjadi teks pengajaran standar dalam metodologi hukum Syafi'i) dan Syarh al-Minhaj (komentar atas panduan hukum karya an-Nawawi). Ia dikenal karena kecerdasannya yang luar biasa, daya ingatnya yang tajam, dan penguasaannya atas berbagai ilmu keislaman. Ia wafat di Kairo pada tahun 864 H (1459 M). Kontribusinya dalam bidang tafsir dan metodologi hukum Islam terus dipelajari di lembaga-lembaga pendidikan Islam di seluruh dunia.
No linked books yet.