Loading...
Loading...
الماوردي
Abu al-Hasan Ali ibn Muhammad al-Mawardi (364-450 H / 974-1058 M) adalah seorang fakih terkemuka dari mazhab Syafi'i dan teoritikus politik paling berpengaruh pada periode klasik Islam. Lahir di Basra, beliau menuntut ilmu fiqh dan hadits kepada para ulama terkemuka sebelum pindah ke Baghdad, di mana beliau menjabat sebagai hakim dan penasihat hukum bagi para khalifah Abbasiyah. Beliau juga bertugas sebagai duta besar utama istana Abbasiyah dan menjadi penengah antara khalifah dan para sultan Buwayhi yang memegang kekuasaan politik nyata.
Karya al-Mawardi yang paling berpengaruh adalah al-Ahkam as-Sultaniyyah (Hukum-Hukum Pemerintahan), risalah sistematis pertama mengenai teori politik Islam dan hukum publik. Kitab ini membahas syarat-syarat dan tata cara pemilihan khalifah, tugas-tugas para menteri dan gubernur, penyelenggaraan peradilan, perpajakan, dan organisasi militer, serta menyajikan kerangka konstitusional yang menyeluruh bagi negara Islam. Beliau juga mengarang al-Hawi al-Kabir, sebuah ensiklopedia besar fikih mazhab Syafi'i; Adab ad-Dunya wad-Din (Etika Kehidupan Dunia dan Agama), sebuah risalah etika dan politik; serta an-Nukat wal-Uyun, sebuah tafsir Al-Qur'an.
Karya-karya politik al-Mawardi ditulis pada masa ketika kekhalifahan Abbasiyah sedang kehilangan kekuasaan nyatanya kepada dinasti-dinasti militer, sehingga karyanya dapat dipahami sekaligus sebagai gambaran negara Islam yang ideal dan sebagai argumen bagi keabsahan kekhalifahan yang berkelanjutan. Beliau wafat di Baghdad pada tahun 450 H (1058 M). Kitab al-Ahkam as-Sultaniyyah karya beliau tetap menjadi teks dasar dalam kajian pemerintahan Islam dan terus mempengaruhi diskusi seputar teori politik Islam hingga kini.