Loading...
Loading...
علي بن الحسين بن علي بن أبي طالب
Ali ibn al-Husayn ibn Ali ibn Abi Talib, dikenal sebagai Zayn al-Abidin ( Ornament dari Worshippers) dan oleh his patronymic Abu Muhammad (38–95 AH / 658–713 M), adalah son dari syahided Husayn ibn Ali dan great-grandson dari Nabi ﷺ. Ia adalah present di Battle dari Karbala di 61 AH but survived because ia adalah severely ill dan incapacitated, yang prevented him dari fighting.
His survival di Karbala dan subsequent captivity di Kufah dan Damaskus gave him unique historis position — ia adalah hanya adult male dari Nabi ﷺ's direct line ke survive yang day. He witnessed ayahnya's death, killing dari men dari keluarganya, dan captivity dari women. His aunt Zaynab bint Ali shielded him dari execution di court dari Yazid ibn Muawiyah.
After his release, ia kembali ke Madinah dan spent rest dari kehidupannya di ibadah, para ulamahip, dan supplications. Ia menjadi renowned untuk his extraordinary depth dari shalat dan his famous collection dari supplications dikenal sebagai al-Sahifa al-Sajjadiyya, one dari most beautiful Arabic prose compositions di tradisi Islam, widely dianggap masterwork dari devotional literature.
He meriwayatkan hadith dari ayahnya Husayn, pamannya Hasan, dan dari para Sahabat yang adalah alive di masa mudanya including Abd Allah ibn Abbas dan Jabir ibn Abd Allah. Ia adalah highly respected oleh both Sunni dan Syiah kaum Muslimin dari masanya dan taught many murids. He wafat di Madinah di 95 AH, dan his shalat collection dan depth dari his ibadah gave him lasting reverence di seluruh sectarian lines di sejarah Islam.
No linked books yet.