Loading...
Loading...
علي بن المديني
Ali ibn Abdullah ibn al-Madini (161-234 H / 778-849 M) adalah salah satu ulama hadits terkemuka dan kritikus perawi dalam sejarah Islam. Lahir di Basra, ia menjadi otoritas utama dalam sanad hadits dan ilmu cacat tersembunyi (ilal) pada periwayatan. Ia belajar kepada lebih dari seribu ulama, di antaranya Hammad ibn Zayd, Sufyan ibn Uyaynah, Yahya ibn Said al-Qattan, dan Abd ar-Rahman ibn Mahdi.
Keahlian Ibn al-Madini dalam menganalisis sanad hadits tidak tertandingi di zamannya. Imam al-Bukhari, yang merupakan muridnya, berkata: "Aku tidak pernah merasa kecil di hadapan siapapun kecuali di hadapan Ali ibn al-Madini." Al-Bukhari sangat bergantung pada ilmu Ibn al-Madini dalam menyusun Sahihnya. Ibn al-Madini menulis banyak karya tentang perawi hadits, yang paling terkenal adalah Kitab al-Ilal, yang menganalisis cacat-cacat halus dalam periwayatan yang tampaknya sahih. Ia juga menulis secara luas tentang para perawi secara individual dan sanad-sanad periwayatan dari para sahabat tertentu.
Meskipun memiliki kedudukan ilmiah yang sangat tinggi, Ibn al-Madini menghadapi kontroversi pada masa Mihna (inkuisisi Abbasiyah mengenai kemakhlukan Al-Qur'an), ketika ia dipaksa untuk menyetujui posisi resmi Mu'tazilah. Hal ini umumnya dianggap karena paksaan, dan para ulama tetap menerima periwayatan haditsnya. Ia wafat di Samarra pada tahun 234 H (849 M). Pengaruhnya terhadap metodologi verifikasi hadits tetap menjadi landasan yang kokoh, dan karya-karyanya merupakan rujukan yang tidak tergantikan dalam bidang kritik perawi.
No linked books yet.