Loading...
Loading...
عمرو بن العاص
Amr ibn al-As (573–664 M) adalah salah satu panglima militer dan tokoh politik paling cerdas di antara para sahabat Nabi Muhammad. Sebagai anggota klan Sahm dari suku Quraysh, ia sudah dikenal sebelum Islam karena kecerdasan dan kecakapan diplomatiknya yang tajam. Ia awalnya menentang Islam dan pernah pergi ke Habasyah dalam upaya yang gagal untuk membujuk Raja Najasyi mengusir para pengungsi Muslim. Ia masuk Islam pada tahun 8 H (629 M) bersama Khalid ibn al-Walid, dan Nabi menyambut keislaman mereka sebagai perolehan yang sangat berarti.
Pencapaian militer Amr yang terbesar adalah penaklukan Mesir pada tahun 640–641 M pada masa kekhalifahan Umar ibn al-Khattab. Ia memimpin pasukan yang relatif kecil menyeberangi Sinai dan merebut benteng Byzantium di Babilon sebelum bergerak menuju Iskandariyah. Penaklukan Mesir membawa salah satu provinsi terkaya dan paling strategis dari Kekaisaran Byzantium ke dalam dunia Islam. Amr menjabat sebagai gubernur Muslim pertama Mesir dan mendirikan kota Fustat, yang kemudian menjadi cikal bakal Kairo modern.
Amr memainkan peran penting dalam peristiwa-peristiwa politik setelah pembunuhan Utsman ibn Affan, dengan berpihak kepada Muawiyah ibn Abi Sufyan dalam konflik melawan Ali ibn Abi Talib. Ia menjadi wakil Muawiyah dalam perundingan arbitrase di Dumat al-Jandal dan kembali diangkat sebagai gubernur Mesir, di mana ia tetap menjabat hingga wafatnya pada tahun 664 M. Ia meriwayatkan beberapa hadis dari Nabi dan dikenang sebagai salah satu administrator paling cakap dalam sejarah awal negara Islam.
No linked books yet.