Loading...
Loading...
عمرو بن سعيد بن العاص الأموي
Amr ibn Said al-Ashdaq ibn al-As ibn Said (died 69 AH / 688 M) adalah seorang Umayyah prince dari Sufyanid branch whose political career ended di one dari most dramatic executions dari early khalifahate. Ia adalah nephew dari Muawiyah ibn Abi Sufyan dan served as governor dari various territories under Umayyahs, dikenal karena his eloquence — hence epithet al-Ashdaq ( one dengan terkemuka jaw atau eloquent one).
He held governorships di Hijaz dan other regions under Marwan ibn al-Hakam dan kemudian under Abd al-Malik ibn Marwan. When Abd al-Malik consolidated Umayyah power setelah Second Fitna, Amr ibn Said saw opportunity ke claim khalifahate untuk Sufyanid line (descendants dari Abu Sufyan) rather than Marwanid line yang memiliki taken power.
Ia adalah pada awalnya given position dari trust oleh Abd al-Malik, yang appointed him ke roles di Suriah. But ketika Amr ibn Said made move ke assert his own khalifahal claims dan gathered support di Damaskus, Abd al-Malik summoned him dan, di meeting yang ended di treachery, memiliki him executed di 69 AH. The manner dari wafatnya — invited untuk meeting dan then killed — shocked contemporaries dan adalah dianggap stain pada Abd al-Malik's khalifahate.
His story adalah one dari frequent conflicts di dalam Umayyah family over succession dan legitimacy yang punctuated dynasty's history. His eloquence dan political ambition made him figure noted oleh chroniclers, but wafatnya removed last significant Sufyanid claimant ke khalifahate.
No linked books yet.