Loading...
Loading...
بهاء الدين النقشبندي
Baha' ad-Din Muhammad ibn Muhammad al-Bukhari an-Naqshbandi (718-791 H / 1318-1389 M) adalah seorang ulama dan guru spiritual dari Asia Tengah yang mendirikan tarekat Sufi Naqshbandiyah, yang kemudian menjadi salah satu persaudaraan Sufi paling luas dan berpengaruh di dunia Islam. Lahir di desa Qasr al-Arifan dekat Bukhara di wilayah Uzbekistan saat ini, ia menerima bimbingan spiritual dari beberapa guru dalam silsilah Khwajagan dan sangat dipengaruhi oleh warisan Abd al-Khaliq al-Ghujdawani.
Metodologi spiritual an-Naqshbandi dicirikan oleh beberapa prinsip yang khas. Ia menekankan dzikir diam (mengingat Allah dalam hati tanpa menggerakkan bibir), ketaatan ketat terhadap Sunnah Nabi Muhammad, ketenangan daripada ekstase dalam praktik spiritual, serta keterlibatan aktif dengan masyarakat alih-alih menarik diri darinya. Pendekatannya menolak penggunaan musik dan tarian (sama') yang menjadi ciri beberapa tarekat Sufi lainnya, dan sebaliknya menegaskan pentingnya kontemplasi yang tenang serta kesadaran terus-menerus akan kehadiran Ilahi (muraqabah). Delapan prinsip praktik spiritualnya menjadi ajaran dasar dari tarekat tersebut.
An-Naqshbandi tidak meninggalkan karya tulis; ajarannya diteruskan melalui para muridnya dan kemudian dikumpulkan oleh para pengikutnya. Tarekat Naqshbandiyah menyebar dengan cepat ke seluruh Asia Tengah, anak benua India, Kekaisaran Utsmaniyah, Kaukasus, Asia Tenggara, dan wilayah lainnya. Tarekat ini memainkan peran politik dan sosial yang signifikan di banyak masyarakat Muslim dan dikenal karena penekanannya pada ortodoksi Islam. Ia wafat di Qasr al-Arifan pada tahun 791 H (1389 M) dan makamnya di dekat Bukhara tetap menjadi situs penting hingga kini. Tarekat Naqshbandiyah terus menjadi salah satu persaudaraan Sufi yang paling aktif di seluruh dunia.
No linked books yet.