Loading...
Loading...
النووي
Imam
Yahya ibn Sharaf an-Nawawi (631–676 H / 1233–1277 M) adalah salah satu ulama yang paling dicintai dan paling banyak dikaji dalam Islam Sunni, seorang ahli fikih Syafi'i dan hafiz hadis yang karya-karyanya tetap menjadi inti pendidikan Islam di seluruh dunia. Lahir di desa Nawa, sebelah selatan Damaskus, beliau pergi ke Damaskus pada usia delapan belas tahun dan belajar di madrasah Rawahiyyah, tempat beliau kemudian mengajar. Meski hidupnya singkat, hanya empat puluh lima tahun, hasil karyanya sungguh luar biasa.
Karya-karya an-Nawawi yang paling terkenal meliputi Riyadh ash-Shalihin (Taman Orang-Orang Saleh), salah satu kumpulan hadis yang paling banyak dibaca, disusun berdasarkan tema-tema akhlak dan kerohanian; al-Arba'in an-Nawawiyyah (Empat Puluh Hadis an-Nawawi), kumpulan empat puluh dua hadis pokok yang kemungkinan besar merupakan teks hadis yang paling banyak dihafal di dunia; al-Minhaj Syarh Shahih Muslim, kitab syarah paling otoritatif atas Shahih Muslim; al-Majmu' Syarh al-Muhadz-dzab, ensiklopedia fikih Syafi'i yang sangat besar dan tidak sempat diselesaikan hingga beliau wafat; serta al-Adzkar, kumpulan doa-doa nabawi dan zikir untuk berbagai kesempatan.
An-Nawawi dikenal karena kezuhudannya yang sangat kuat: mengenakan pakaian kasar, makan makanan sederhana, dan mendedikasikan hampir setiap jam yang beliau miliki untuk membaca, menulis, dan mengajar. Beliau tidak pernah menikah dan menolak menerima gaji atas pengajarannya. Beliau juga menunjukkan keberanian yang luar biasa dengan menulis surat kepada sultan Mamluk al-Zhahir Baybars untuk memprotes pemungutan pajak yang zalim terhadap penduduk Damaskus. Beliau kembali ke kampung halamannya di Nawa, tempat beliau wafat pada tahun 676 H (1277 M). Karya-karyanya hingga kini tetap termasuk teks-teks Islam yang paling banyak dicetak, diajarkan, dan dikaji di berbagai mazhab.