Loading...
Loading...
أنس بن مالك
Anas ibn Malik al-Ansari (612-711 M) melayani Nabi Muhammad selama sepuluh tahun berturut-turut, sejak masa Hijrah hingga wafatnya Nabi. Ibunya, Umm Sulaym, membawanya menghadap Nabi saat ia masih bocah berusia sepuluh tahun dan memohon agar Nabi menerimanya sebagai pelayan. Nabi memperlakukan Anas dengan kebaikan yang luar biasa, tidak pernah sekalipun menegurnya atau berkata, "Mengapa kamu melakukan ini?" atau "Mengapa kamu tidak melakukan itu?" sepanjang satu dekade pengabdian tersebut.
Anas meriwayatkan lebih dari 2.200 hadits, menjadikannya salah satu perawi terbanyak di antara para sahabat. Riwayat-riwayatnya sangat berharga karena memuat perincian mendalam tentang kehidupan sehari-hari Nabi, kebiasaan pribadi, akhlak, dan praktik ibadah beliau—hal-hal yang hanya dapat disaksikan oleh seseorang yang berada dalam kedekatan seperti itu. Ia menyaksikan seluruh peristiwa besar pada periode Madinah dan turut serta dalam beberapa peperangan, termasuk Fathu Makkah.
Setelah wafatnya Nabi, Anas akhirnya menetap di Basra, Irak, di mana ia menjadi salah satu pengajar hadits dan ilmu Islam yang paling berpengaruh. Di antara murid-muridnya terdapat sejumlah ulama besar dari kalangan Tabi'in, seperti Hasan al-Basri, Muhammad ibn Sirin, dan Qatadah ibn Diamah. Anas termasuk salah satu sahabat yang paling akhir wafat, meninggal dunia di Basra pada tahun 93 H (711 M) dalam usia sekitar seratus tahun. Nabi pernah mendoakannya, "Ya Allah, perbanyaklah hartanya dan anak-anaknya, serta berkahilah apa yang Engkau berikan kepadanya," dan Anas menyebutkan bahwa ia menyaksikan terkabulnya doa tersebut sepanjang hidupnya yang panjang.
No linked books yet.