Loading...
Loading...
أسماء بنت أبي بكر
Asma bint Abi Bakr (595–692 M) adalah putri sulung Abu Bakr as-Siddiq dan kakak tiri dari Aisha, istri Nabi. Ia memainkan peran penting selama Hijrah dari Makkah ke Madinah pada tahun 622 M, dengan diam-diam membawakan makanan dan air kepada Nabi dan ayahnya ketika mereka bersembunyi di Gua Thawr. Ia merobek ikat pinggangnya (nitaq) menjadi dua bagian untuk mengikat perbekalan tersebut, sehingga Nabi sendiri memberinya gelar Dhat an-Nitaqayn (Perempuan Pemilik Dua Ikat Pinggang).
Asma menikah dengan Zubayr ibn al-Awwam, salah satu dari sepuluh sahabat yang dijanjikan masuk surga, dan melahirkan beberapa anak, di antaranya Abdullah ibn az-Zubayr, yang merupakan anak pertama yang lahir di antara para muhajirin di Madinah. Ia dikenal karena keberaniannya, kedermawanannya, dan kekuatan karakternya. Nabi memujinya atas sifat tidak mementingkan dirinya sendiri, dan ia meriwayatkan banyak hadits yang tercatat dalam kitab-kitab hadits utama.
Asma hidup hingga usia yang luar biasa, sekitar seratus tahun, kehilangan penglihatannya di usia tua namun tidak pernah kehilangan keteguhan hatinya. Ia menyaksikan beberapa peristiwa paling bergejolak dalam sejarah Islam awal, termasuk pengepungan Makkah oleh pasukan Umayyah dan wafatnya putranya, Abdullah ibn az-Zubayr, pada tahun 692 M. Bahkan di saat-saat tragis itu, ia menampilkan ketenangan dan ketabahan yang luar biasa. Ia wafat tidak lama setelah putranya, dan dikenang sebagai salah satu perempuan paling berani dan paling berdedikasi di antara para sahabat.
No linked books yet.