Loading...
Loading...
الطبري
Imam
Muhammad ibn Jarir at-Tabari (224-310 H / 839-923 M) adalah salah satu ulama paling produktif dan berpengaruh dalam sejarah Islam, terkenal dengan kontribusinya yang monumental dalam bidang tafsir Al-Qur'an dan penulisan sejarah. Lahir di Amol, Tabaristan (Iran bagian utara), ia mulai menghafal Al-Qur'an pada usia tujuh tahun dan melakukan perjalanan panjang dalam menuntut ilmu, belajar di Ray, Baghdad, Basra, Kufah, Syam, dan Mesir di bawah bimbingan para ulama seperti murid-murid Ahmad ibn Hanbal, Ismail ibn Ishaq, dan Muhammad ibn Humayd ar-Razi.
Dua karya terbesar at-Tabari adalah Jami al-Bayan an Tawil Ay al-Quran (Tafsir at-Tabari), kitab tafsir klasik tertua yang masih ada dan paling komprehensif, serta Tarikh ar-Rusul wal-Muluk (Sejarah Para Nabi dan Raja), sebuah karya sejarah ensiklopedis yang membentang dari masa penciptaan hingga zaman at-Tabari sendiri. Metode tafsirnya melibatkan pemaparan seluruh penafsiran yang tersedia dari para Sahabat, Tabi'in, dan ulama-ulama terdahulu beserta rantai sanadnya yang lengkap, kemudian menyatakan pendapat yang ia pilih beserta alasannya. Pendekatan berbasis riwayat (bil-ma'tsur) ini menjadi standar bagi literatur tafsir generasi berikutnya.
At-Tabari juga seorang mujtahid yang mendirikan mazhab fiqihnya sendiri (mazhab Jariri), yang sempat menarik sejumlah pengikut selama beberapa waktu namun akhirnya punah. Ia mengarang karya-karya di bidang hadits, hukum Islam, dan akidah. Ia menetap secara permanen di Baghdad, di mana ia mengajar hingga wafatnya pada tahun 310 H (923 M). Karya-karyanya tetap menjadi rujukan mendasar bagi para ulama dalam bidang tafsir, sejarah Islam, dan fikih di seluruh mazhab.