Loading...
Loading...
محمد بن شهاب الزهري
Az-Zuhri (51-124 H / 671-742 M), dengan nama lengkap Muhammad ibn Shihab ibn Ubaydullah ibn Abdillah az-Zuhri al-Qurashi, adalah salah satu ulama hadits terbesar dalam sejarah Islam dan orang pertama yang melakukan kodifikasi resmi hadits-hadits Nabi secara sistematis atas perintah khalifah Umayyah Umar ibn Abd al-Aziz. Ia berasal dari klan Zuhra dari suku Quraisy di Madinah, dan keluarganya memiliki hubungan dengan kalangan ulama terkemuka kota tersebut sejak masa para sahabat.
Daya ingat Az-Zuhri luar biasa bahkan untuk ukuran zamannya yang memang sangat menghargai dan mengembangkan kekuatan hafalan. Para ulama yang mengenalnya menggambarkan pengalaman bertanya kepadanya tentang suatu hadits seperti mendapat jawaban dari sebuah kitab — menyeluruh, teratur, dan tepat rujukannya. Ia menghafal setiap hadits yang didengarnya, tampaknya cukup dengan satu kali mendengar, dan dapat mengulangnya dengan akurat bertahun-tahun atau bahkan berpuluh-puluh tahun kemudian. Para ulama sezamannya secara bulat menganggapnya sebagai orang paling berilmu di masanya dalam ilmu hadits, dan penilaiannya mengenai keshahihan dan sanad-sanad riwayat dianggap sebagai keputusan final.
Ia belajar dari sekitar tujuh puluh sahabat, di antaranya Anas ibn Malik, Sahl ibn Sa'd al-Anshari, dan Abdurrahman ibn Azhar, serta sejumlah besar ulama Tabiin terkemuka. Hubungannya dengan Urwah ibn az-Zubair adalah yang paling berbuah, karena Urwah menjadi guru utamanya dalam bidang sirah dan riwayat-riwayat sejarah. Melalui hubungan inilah pengetahuan sejarah Aisyah tentang kehidupan Nabi tersalurkan melalui Az-Zuhri kepada periode klasik.
Az-Zuhri adalah guru utama bagi Imam Malik ibn Anas maupun al-Awza'i, yang merupakan tokoh pendiri mazhab Madinah dan mazhab Syam masing-masing. Ia juga mengajar Sufyan ibn Uyaynah, Hisham ibn Urwah, dan banyak ulama lain yang kemudian turut membentuk tradisi hadits kanonikal. Metodologinya yang cermat dalam verifikasi dan periwayatan yang tepat menetapkan standar abadi bagi ilmu hadits. Ia wafat pada tahun 124 H di Sya'b Bawwan, Palestina, meninggalkan warisan yang mengalir melalui hampir setiap sanad dalam keilmuan Islam klasik.
No linked books yet.