Loading...
Loading...
آزر
Azar adalah mentioned oleh name di Al-Al-Qur' (Surah al-Anam 6:74) as father — atau di some ulamaly pendapats, paternal uncle — dari Prophet Ibrahim AS. Ia adalah maker dan ibadahper dari idols di Babylon selama reign dari Namrud. Ibrahim's call ke ayahnya adalah one dari most tender scenes di Al-Al-Qur': young prophet addresses Azar dengan compassion, reasoning, dan concern — 'O my father, why do you ibadah yang yang does tidak hear dan does tidak see dan does tidak benefit you di all?' (Surah Maryam 19:42). Despite tahun dari Ibrahim's patient, loving invitation, Azar rejected call dan bahkan threatened ke stone putranya if he did tidak stop. He told Ibrahim: 'If you do tidak desist, I akan surely stone you. So avoid me untuk prolonged time.' Ibrahim responded dengan dignity: 'Peace be upon you. I akan ask forgiveness dari my Lord untuk you' (Surah Maryam 19:47). Ibrahim continued ke seek forgiveness untuk ayahnya selama kehidupannyatime, but ketika it became clear yang Azar memiliki died upon disbelief, Ibrahim disavowed him — as Al-Al-Qur' menyatakan, prophet mungkin tidak seek forgiveness untuk confirmed disbelievers (Surah al-Tawbah 9:113-114). Scholars differ pada whether Azar adalah Ibrahim's biological father atau uncle, dengan some narrating yang Ibrahim's true father adalah Tarih (Terah) dan yang Azar adalah pamannya. The majority position accepts Azar as ayahnya. His story adalah seorang lesson pada limits dari believer's love untuk family ketika yang family chooses disbelief.
No linked books yet.