Loading...
Loading...
بلال بن رباح
Bilal ibn Rabah (580–640 M) adalah seorang sahabat Nabi Muhammad yang berasal dari Habasyah (Etiopia) dan menjadi muazin (juru azan) pertama dalam Islam. Dilahirkan sebagai budak di Makkah, Bilal termasuk di antara orang-orang yang pertama kali masuk Islam. Ketika tuannya, Umayyah ibn Khalaf, mengetahui keislamannya, ia menyiksa Bilal dengan cara yang sangat kejam — meletakkan batu besar di atas dadanya di bawah terik matahari gurun sambil memaksanya untuk meninggalkan Islam. Jawaban Bilal menjadi salah satu pernyataan keimanan paling bersejarah dalam Islam: ia berulang kali berseru "Ahad, Ahad" (Esa, Esa), menegaskan keesaan Allah.
Abu Bakr ash-Shiddiq membeli dan membebaskan Bilal, kemudian Nabi menunjuknya sebagai orang pertama yang mengumandangkan adzan dalam Islam. Suaranya yang dalam dan merdu berkumandang di atas Madinah lima kali sehari, dan adzannya menjadi simbol shalat bagi kaum Muslimin. Bilal senantiasa menemani Nabi, bertugas sebagai pelayan pribadi dan bendaharawan beliau. Ia turut berjuang dalam Perang Badar, Uhud, dan seluruh peperangan setelahnya.
Setelah wafatnya Nabi, Bilal diliputi kesedihan yang begitu dalam hingga ia hampir tidak sanggup mengumandangkan adzan. Ia meninggalkan Madinah dan ikut serta dalam ekspedisi kaum Muslimin di Syam, kemudian menetap di Damaskus. Menurut beberapa riwayat, ia mengumandangkan adzan untuk terakhir kalinya ketika Umar mengunjungi Yerusalem, dan semua yang mendengarnya menangis karena teringat kepada Nabi. Bilal wafat di Damaskus sekitar tahun 20 H (640 M). Kisahnya tetap menjadi bukti nyata bahwa Islam menolak rasisme dan menegaskan persamaan derajat manusia di hadapan Allah.
No linked books yet.