Loading...
Loading...
ذو النون المصري
Abu al-Fayd Thawban ibn Ibrahim, yang dikenal sebagai Dhu an-Nun al-Misri (sekitar 180-245 H / sekitar 796-859 M), adalah salah satu tokoh paling penting dalam sejarah awal spiritualitas Islam. Lahir di Akhmim, Mesir Hulu, dari keturunan Nubia, ia melakukan perjalanan luas dalam menuntut ilmu dan menjadi salah satu guru spiritual yang paling masyhur di zamannya.
Dhu an-Nun belajar kepada Malik ibn Anas menurut sebagian riwayat, dan mencari ilmu di seluruh penjuru dunia Islam. Ia diakui sebagai salah satu orang pertama yang memberikan ungkapan sistematis terhadap konsep ma'rifah (pengetahuan langsung melalui pengalaman tentang Allah) serta mengartikulasikan kosakata teknis jalan sufi. Ia mengembangkan gagasan tentang maqamat (kedudukan-kedudukan spiritual) dan ahwal (keadaan-keadaan spiritual) yang kemudian menjadi fondasi bagi literatur sufi berikutnya.
Ia juga dikenal sebagai seorang cendekiawan yang memiliki pengetahuan tentang aksara Mesir kuno, yang ikut melahirkan berbagai legenda tentang dirinya sebagai penyimpan hikmah tersembunyi. Semasa hidupnya ia pernah menghadapi tuduhan bid'ah dan dibawa menghadap khalifah Abbasiyah al-Mutawakkil di Baghdad, namun dibebaskan setelah ia menunjukkan keyakinannya yang lurus. Ucapan-ucapannya tentang cinta, ma'rifah, keikhlasan, dan tahapan-tahapan perkembangan spiritual tersimpan dalam karya-karya ulama kemudian seperti al-Qushayri, al-Sulami, dan lainnya.
Dhu an-Nun al-Misri tidak meninggalkan karya tulis yang besar, namun ucapan-ucapannya yang diriwayatkan memberikan pengaruh yang mendalam terhadap perkembangan spiritualitas Islam selanjutnya. Ia dikenang sebagai salah satu tokoh pendiri dalam pengungkapan dimensi batin agama Islam. Ia wafat di Giza pada sekitar tahun 245 H.
No linked books yet.