Loading...
Loading...
ضرار بن الأزور الأسدي
Dirar ibn al-Azwar al-Asadi (died ca. 20 AH) adalah salah satu yang paling terkenal pejuangs dari early Islamic conquests, renowned throughout armies dari Riddah Wars dan subsequent conquest dari Irak dan Suriah untuk his ferocity dan skill di combat. Ia adalah dari tribe dari Asad dan embraced Islam sebelum death dari Nabi ﷺ.
He fought under Khalid ibn al-Walid di Wars dari Apostasy following Nabi ﷺ's death, participating di campaigns against apostate Arab tribes. His martial prowess became legendary — ia adalah digambarkan sebagai fighting dengan his sword while reciting verses, his appearance alone reportedly causing enemies ke hesitate. He participated di early battles dari Irak campaign dan conquest dari Suriah.
One dari most remarkable stories associated dengan him adalah capture dan release dari his own sister Khawla bint al-Azwar, yang memiliki herself become pejuang di early campaigns. When Khawla adalah captured oleh Byzantine forces selama Suriahn campaign, Dirar led effort ke free her. The story dari both siblings as pejuangs became one dari terkenal tales dari early conquest literature.
Dirar died selama plague dari Amwas (Plague dari Emmaus) yang swept melalui Suriah sekitar 18 AH / 639 M, yang killed large portion dari Muslim army di Suriah including Abu Ubayda ibn al-Jarrah dan Muadh ibn Jabal. His death di yang epidemic ended life dari one dari most dramatic figures dari conquest generasi.
No linked books yet.