Loading...
Loading...
فاطمة بنت محمد
Fatimah bint Muhammad (605-632 M), yang dikenal sebagai az-Zahra (yang Bersinar), adalah putri bungsu Nabi Muhammad dan Khadijah bint Khuwaylid. Ia dipandang sebagai pemimpin para wanita di surga, sebagaimana dinyatakan oleh Nabi sendiri. Ia tumbuh besar menyaksikan perjuangan awal Islam, termasuk penganiayaan terhadap ayahnya oleh kaum Quraisy dan masa-masa sulit pemboikotan di lembah Abu Talib.
Fatimah menikah dengan Ali ibn Abi Talib pada tahun 2 H (624 M), dan dari pernikahan mereka lahirlah Hasan dan Husain, cucu-cucu Nabi yang sangat dicintai, serta Zaynab dan Umm Kulthum. Meskipun tersedia pilihan kehidupan yang lebih nyaman secara materi, Fatimah dan Ali memilih hidup dalam kesederhanaan dan kemiskinan. Ia dikenal karena ketekunannya dalam beribadah dan keuletannya dalam mengurus rumah tangga. Nabi mengajarkan kepadanya tasbih Fatimah (33 kali SubhanAllah, 33 kali Alhamdulillah, 34 kali Allahu Akbar) sebagai bekal yang lebih baik daripada seorang pembantu.
Nabi bersabda tentang Fatimah, "Fatimah adalah bagian dariku. Siapa pun yang menyakitinya, berarti menyakitiku." Beliau juga menyebutnya sebagai pemimpin para wanita di surga dan orang yang paling dicintainya. Ia sangat berduka atas wafatnya Nabi dan meninggal dunia sekitar enam bulan setelahnya pada tahun 11 H (632 M), menjadikannya anggota keluarga Nabi yang pertama menyusulnya. Melalui kedua putranya, Hasan dan Husain, seluruh keturunan Nabi (para syarif dan sayyid) menelusuri garis nasab mereka.
No linked books yet.