Loading...
Loading...
حمكا
Haji Abdul Malik Karim Amrullah, yang dikenal luas dengan akronim Hamka (1326-1401 H / 1908-1981 M), adalah salah satu ulama, penulis, dan tokoh publik Islam Indonesia paling berpengaruh di abad ke-20. Lahir di Maninjau, Sumatera Barat, ia merupakan putra dari ulama reformis Abdul Karim Amrullah (Haji Rasul), yang dirinya sendiri adalah murid dari Ahmad Khatib al-Minangkabawi.
Hamka sebagian besar belajar secara otodidak, membangun keilmuannya melalui kegemaran membaca yang luar biasa dan keterlibatan intelektual yang intensif, bukan melalui pendidikan formal yang panjang. Ia menjadi penulis yang sangat produktif, menulis dalam bahasa Melayu/Indonesia di berbagai genre: keilmuan Islam, komentar sosial, biografi, dan fiksi. Novel-novelnya, termasuk Di Bawah Lindungan Ka'bah dan Tenggelamnya Kapal Van der Wijck, tetap menjadi karya klasik dalam sastra Indonesia.
Pencapaian ilmiah terbesarnya adalah Tafsir al-Azhar yang monumental dalam 30 jilid, sebuah tafsir Al-Qur'an yang sebagian ditulisnya selama masa penahanannya di bawah pemerintahan Sukarno (1964-1966). Tafsir ini memadukan keilmuan Islam dengan konteks budaya Indonesia dan tetap menjadi tafsir Al-Qur'an terpenting dalam bahasa Indonesia. Ia juga menulis banyak karya tentang pemikiran Islam, sejarah, dan etika, termasuk seri biografi terkenalnya tentang sejarah Islam.
Hamka menjabat sebagai ketua pertama Majelis Ulama Indonesia (MUI). Ia adalah tokoh kunci dalam Islam Indonesia modern, yang memadukan keilmuan Islam tradisional dengan keterlibatannya terhadap masyarakat dan sastra Indonesia modern. Ia diakui di Indonesia sebagai Pahlawan Nasional. Beliau wafat di Jakarta pada tahun 1981, meninggalkan warisan sastra dan keilmuan yang sangat luas dan terus membentuk pemikiran Islam Indonesia hingga kini.
No linked books yet.