Loading...
Loading...
هارون الرشيد
Harun ar-Rashid (766-809 M) adalah khalifah Abbasiyah kelima, yang memerintah dari tahun 170 hingga 193 H (786-809 M), dan secara luas dipandang sebagai penguasa yang memimpin puncak Zaman Keemasan Islam. Lahir di Rayy (dekat Teheran modern), ia adalah putra Khalifah al-Mahdi dan ratu terkenal al-Khayzuran. Ia naik tahta kekhalifahan pada usia dua puluh tahun dan terbukti menjadi seorang administrator yang cakap sekaligus dermawan dalam menggalakkan ilmu pengetahuan, seni, dan kebudayaan.
Di bawah pemerintahan Harun, Baghdad menjadi kota terkaya dan paling semarak secara intelektual di seluruh dunia. Ia mengembangkan dan mendukung Bayt al-Hikmah (Rumah Kebijaksanaan), sebuah lembaga yang menjadi pusat utama penerjemahan karya-karya ilmiah dan filosofis dari bahasa Yunani, Persia, dan India ke dalam bahasa Arab. Ia menarik para ulama, penyair, musisi, dan ilmuwan dari seluruh penjuru dunia yang dikenal, sehingga istananya menjadi termasyhur karena kehalusan budaya dan pencapaian peradabannya. Hubungannya dengan Charlemagne, kaisar Franka, termasuk dalam catatan pertukaran diplomatik paling awal antara dunia Islam dan dunia Kristen Barat.
Harun juga dikenal karena kesalehan pribadinya. Ia menunaikan Haji setiap dua tahun sekali dan memimpin sendiri kampanye militer melawan Kekaisaran Bizantium. Pertemuannya dengan para ulama yang saleh seperti al-Fudayl ibn Iyad dan Sufyan ibn Uyaynah, yang menasihatinya tentang tanggung jawab kekuasaan di hadapan Allah, merupakan kisah-kisah terkenal dalam khazanah sastra Islam. Ia menunjuk Abu Yusuf sebagai Qadi al-Qudat (Hakim Agung) pertama dan mendukung kodifikasi hukum Islam. Ia wafat di Tus (di wilayah Iran modern) pada tahun 193 H (809 M) saat sedang dalam perjalanan kampanye militer. Alf Layla wa-Layla (Seribu Satu Malam) mengabadikannya dalam budaya populer, meski sosok Harun yang sesungguhnya jauh lebih kompleks daripada penggambarannya dalam karya sastra tersebut.
No linked books yet.