Loading...
Loading...
الحسن بن علي
Hasan ibn Ali (625-670 M) adalah cucu sulung Nabi Muhammad melalui putrinya Fatimah dan menantunya Ali ibn Abi Talib. Nabi memberinya nama Hasan dan melaksanakan aqiqah untuknya. Beliau menempatkan Hasan dalam kedudukan yang paling mulia, seraya bersabda, "Hasan dan Husain adalah pemimpin para pemuda surga." Kecintaan Nabi yang mendalam kepada kedua cucunya sangat dikenal luas; beliau menggendong mereka di pundaknya dan menghentikan khutbahnya untuk merangkul mereka ketika mereka tersandung.
Setelah terbunuhnya Ali ibn Abi Talib pada tahun 40 H (661 M), Hasan diakui sebagai khalifah oleh penduduk Irak. Namun, dengan menyadari bahaya pertumpahan darah lebih lanjut di kalangan umat Islam, Hasan memilih untuk menyerahkan kekhalifahan kepada Muawiyah ibn Abi Sufyan pada tahun 41 H (661 M). Tindakan kenegarawanan ini mempersatukan umat Islam dan menggenapi nubuat Nabi: "Putraku ini adalah seorang pemimpin (sayyid), dan semoga Allah mendamaikan dua kelompok besar umat Islam melalui dirinya." Tahun penyerahan kekuasaan itu kemudian dikenal sebagai Am al-Jamaah (Tahun Persatuan).
Hasan kemudian menetap di Madinah, menjalani kehidupan yang dipenuhi ibadah, kedermawanan, dan keilmuan. Ia terkenal karena kemiripannya dengan Nabi, baik dalam penampilan maupun akhlak. Ia dikenal karena menunaikan ibadah haji dengan berjalan kaki berkali-kali, serta karena kedermawanannya yang luar biasa — diriwayatkan bahwa ia memberikan separuh hartanya kepada kaum miskin lebih dari sekali. Ia wafat di Madinah pada tahun 50 H (670 M) dan dimakamkan di pemakaman Baqi.
No linked books yet.