Loading...
Loading...
ابن عابدين
Muhammad Amin ibn Umar ibn Abdul-Aziz ibn Abidin (1784-1836 M / 1198-1252 H) adalah ahli hukum Hanafi paling otoritatif di era modern, lahir di Damaskus dari keluarga ulama. Beliau belajar kepada ulama-ulama Hanafi terkemuka di Syam, khususnya gurunya Shakir al-Aqqad, dan menjadi otoritas Hanafi utama di wilayah Levant.
Karya terbesar Ibn Abidin adalah Radd al-Muhtar ala ad-Durr al-Mukhtar (Membimbing yang Bingung: Hasyiah atas Ad-Durr al-Mukhtar), sebuah syarh komprehensif atas kitab ad-Durr al-Mukhtar karya al-Haskafi. Karya monumental ini, yang dikenal luas sebagai Hasyiyat Ibn Abidin, menjadi rujukan paling otoritatif dalam mazhab Hanafi dan tetap demikian hingga hari ini. Kitab ini merupakan referensi utama bagi para mufti dan hakim di negara-negara bermayoritas Hanafi dalam menyelesaikan persoalan hukum. Beliau juga mengarang Nashr al-Arf fi Bina Ba'd al-Ahkam ala al-Urf tentang peran adat dalam hukum Islam, serta al-Uqud ad-Durriyyah fi Tanqih al-Fatawa al-Hamidiyyah.
Karya Ibn Abidin dikenal karena ketelitiannya yang luar biasa, kecermatannya, dan kemampuannya untuk diterapkan secara praktis. Beliau menguasai seluruh khazanah literatur hukum Hanafi dan mensintesiskannya dengan kejelasan yang mengesankan. Pembahasannya mengenai transaksi perdagangan, wakaf, dan hukum keluarga memberikan pengaruh langsung terhadap perundang-undangan Ottoman dan kemudian terhadap legislasi sipil di dunia Muslim. Beliau wafat di Damaskus pada usia lima puluh dua tahun, namun Hasyiyah-nya tetap menjadi rujukan terakhir dalam fiqh Hanafi.