Loading...
Loading...
ابن عربي
Sheikh
Muhyi ad-Din Abu Abdullah Muhammad ibn Ali ibn Arabi (1165-1240 M / 560-638 H), yang dikenal sebagai ash-Shaykh al-Akbar (Guru Teragung) dan Ibn Arabi, adalah salah satu tokoh paling berpengaruh sekaligus paling kontroversial dalam sejarah pemikiran Islam. Lahir di Murcia, al-Andalus, ia menghabiskan masa mudanya di Sevilla sebelum melakukan perjalanan panjang ke berbagai penjuru dunia Islam, hingga akhirnya menetap di Damaskus.
Karya agungnya, 'al-Futuhat al-Makkiyyah' (Wahyu-Wahyu Makkah), adalah sebuah karya ensiklopedis yang sangat besar membahas metafisika Sufi, kosmologi, dan pengetahuan spiritual, yang ia mulai tulis saat melaksanakan haji ke Mekah. Karya besarnya yang lain, 'Fusus al-Hikam' (Permata-Permata Hikmah), memaparkan hikmah spiritual yang dikaitkan dengan masing-masing nabi utama. Kedua karya ini mengembangkan sistem metafisika yang kompleks dan memberikan pengaruh mendalam terhadap pemikiran Islam selanjutnya.
Konsep 'wahdat al-wujud' (kesatuan wujud) milik Ibn Arabi, sebagaimana dipahami oleh para penafisrnya, menjadi salah satu gagasan yang paling banyak diperdebatkan dalam sejarah intelektual Islam. Para ulama terbagi pendapat mengenai ajarannya: pendukungnya memandangnya sebagai guru Sufi terbesar yang berhasil mengungkapkan kebenaran terdalam dari spiritualitas Islam, sementara para pengkritiknya berpendapat bahwa sebagian rumusan ajarannya bertentangan dengan teologi yang sahih. Perdebatan ini masih berlanjut di kalangan ulama Muslim hingga hari ini. Ia dimakamkan di Damaskus, dan makamnya tetap menjadi tempat yang dikunjungi hingga sekarang.
No linked books yet.