Loading...
Loading...
ابن الهمام
Kamal ad-Din Muhammad ibn Abdul-Wahid ibn al-Humam (790-861 H / 1388-1457 M) adalah salah satu ahli fikih Hanafi paling cemerlang pada periode akhir abad pertengahan dan pengarang Fath al-Qadir (Pembukaan dari Yang Maha Kuasa), syarh paling masyhur atas al-Hidayah karya al-Marghinani. Lahir di Aleksandria, beliau menuntut ilmu di Kairo di bawah bimbingan para ulama Hanafi dan hadis terkemuka pada masa Mamluk, dan diakui sebagai mujtahid utama mazhab Hanafi pada zamannya.
Fath al-Qadir karya Ibn al-Humam memiliki keistimewaan tersendiri karena metodologinya yang memadukan dua pendekatan utama dalam syarh hukum Hanafi: pendekatan berbasis riwayat (dirayah), yang menitikberatkan pada dalil-dalil tekstual dari hadis, dan pendekatan berbasis penalaran (riwayah), yang menitikberatkan pada penalaran hukum internal mazhab. Dengan mensintesiskan keduanya, beliau menghasilkan sebuah syarh yang sekaligus ketat dalam dasar dalilnya dan mendalam dalam analisis hukumnya. Karya ini tidak sempat diselesaikan, hanya mencakup bagian pertama dari al-Hidayah; kemudian dilengkapi oleh muridnya, Qadi Zadeh, dengan judul Nataij al-Afkar. Beliau juga mengarang at-Tahrir fi Usul al-Fiqh, sebuah karya penting dalam teori hukum Hanafi.
Ibn al-Humam dikenal karena ketajaman intelektualnya, kemandirian dalam berijtihad, dan keberaniannya mengikuti dalil meskipun membawanya keluar dari pendapat-pendapat yang telah mapan dalam mazhab Hanafi. Beliau wafat di Kairo pada tahun 861 H (1457 M). Fath al-Qadir hingga kini tetap menjadi syarh tingkat lanjut yang paling penting atas al-Hidayah dan merupakan rujukan utama bagi para pelajar serius fikih Hanafi.