Loading...
Loading...
ابن الجزري
Imam
Shams ad-Din Abu al-Khayr Muhammad ibn Muhammad ibn Yusuf al-Jazari (751-833 H / 1350-1429 M) diakui secara universal sebagai otoritas terbesar dalam bidang qira'at al-Quran sepanjang sejarah Islam. Lahir di Damaskus, beliau menghafal al-Quran sejak kecil dan mempelajari seluruh qira'at yang dikenal dari para ulama terkemuka pada zamannya, hingga akhirnya menguasai dua belas qira'at yang berbeda beserta sanad-sanadnya secara lengkap.
Al-Jazari belajar kepada puluhan ulama di Syam, Mesir, dan berbagai negeri lainnya. Beliau menjabat sebagai qadi dan mengemban sejumlah jabatan, di antaranya di Bursa di bawah Sultan Utsmani. Beliau melakukan perjalanan yang luas ke Mesir, Hijaz, Persia, dan Anatolia, mengajar dan menimba ilmu sepanjang kariernya yang panjang.
Dua karya utamanya dalam bidang qira'at adalah an-Nashr fil-Qira'at al-Ashr (Penyebaran Sepuluh Qira'at), kitab rujukan paling komprehensif yang pernah ditulis tentang sepuluh qira'at kanonik al-Quran, yang membahas sanad-sanadnya, kaidah-kaidahnya, dan perbedaan-perbedaannya secara sangat rinci; serta Tayyibat an-Nashr, ringkasan nazhom yang padat tentang subjek yang sama. Karya beliau al-Muqaddimah al-Jazariyyah (yang juga dikenal sebagai Manzumat al-Jazariyyah) adalah nazhom didaktis tentang Tajweed yang telah dihafal dan disyarahi oleh para ulama selama berabad-abad. Beliau juga mengarang Ghayat an-Nihayah fi Tabaqat al-Qurra', kamus biografi komprehensif para ulama qira'at.
Ibn al-Jazari mendidik ribuan murid di seluruh dunia Islam selama perjalanan-perjalanannya yang luas. Karya-karyanya mensistematisasi ilmu qira'at dan menetapkan kerangka bagi seluruh kajian ilmiah berikutnya dalam bidang ini. Beliau wafat di Syiraz, Persia, pada tahun 833 H. Tidak seorang ulama pun, baik sebelum maupun sesudahnya, yang menandingi keluasan penguasaan dan pendokumentasian beliau terhadap tradisi qira'at al-Quran.
No linked books yet.