Loading...
Loading...
ابن المبارك
Abdullah ibn al-Mubarak al-Marwazi (736-797 M) dijuluki Ulama Timur dan Amirul Mukminin dalam Hadits karena penguasaannya yang tak tertandingi dalam berbagai disiplin ilmu Islam. Lahir di Merv (wilayah Turkmenistan modern) dari ayah berdarah Turki dan ibu berdarah Khawarizm, beliau mengembara ke seluruh penjuru dunia Islam untuk belajar dari lebih dari seribu ulama, membangun khazanah ilmu paling komprehensif di zamannya.
Ibn al-Mubarak unik di antara para ulama sezamannya karena memadukan keilmuan dengan pengabdian militer, dengan rutin ikut serta dalam kampanye militer di perbatasan Bizantium. Beliau mengarang Kitab al-Jihad, salah satu karya tersendiri paling awal dalam bidang ini, dan syair-syairnya yang masyhur membandingkan debu prajurit di garis depan dengan wangi semerbak orang yang beribadah di masjid menjadi legenda dalam khazanah sastra Islam. Beliau juga seorang pedagang yang sukses dan berhasil mengumpulkan kekayaan berlimpah melalui perdagangan dengan wilayah Khurasan.
Meski kaya dan berkedudukan tinggi, Ibn al-Mubarak adalah teladan dalam kezuhudan dan kedermawanan. Beliau membiayai seluruh rombongan kafilah jamaah haji, menopang para ulama yang fakir beserta keluarga mereka, dan hidup dalam kesederhanaan. Karya-karyanya tentang zuhd dan kompilasi haditsnya termasuk dalam koleksi sistematis paling awal yang pernah ada. Ahmad ibn Hanbal, yang pernah berguru kepadanya, berkata bahwa tidak ada seorang pun di zamannya yang lebih sungguh-sungguh menuntut ilmu dari pada Ibn al-Mubarak. Beliau wafat dalam perjalanan pulang dari sebuah kampanye militer pada tahun 181 H (797 M).
No linked books yet.