Loading...
Loading...
ابن عقيل الحنبلي
Imam
Abu al-Wafa Ali ibn Aqil ibn Muhammad al-Bagdadi (431–513 H/1040–1119 M) adalah one dari most cemerlang dan original Hanbali para ulama dari Bagdad. Lahir di Bagdad, ia belajar under leading Hanbali para ulama dari city including al-Sharif Abu Ja'far dan Ibn Qudwah. He akhirnya became head dari mazhab Hanbali di Bagdad.
Ibn Aqil's most remarkable ulamaly achievement adalah al-Funun (juga called Kitab al-Funun), massive ensiklopedis work said ke memiliki run ke over 800 jilids di his original manuskrip, making it one dari largest single-mengarang works di sejarah Islam. It adalah seorang vast compilation dari reflections, observations, questions, dan answers di seluruh virtually every field dari ilmu pengetahuan — teologi, fikih, filsafat, ethics, literature, dan more. Much dari it adalah now lost.
Ia adalah dikenal karena his bold intellectual curiosity dan his willingness ke engage dengan philosophical currents dari masanya, yang di points brought him ke dalam conflict dengan tradisialists, khususnya di context dari Hanbali establishment. He reportedly associated dengan Mu'tazilahh intellectuals di masa mudanya dan adalah required ke publicly repent. His later works, namun, adalah firmly di dalam tradisi Hanbali.
Ibn Aqil mengarang works pada Hanbali fikih dan legal metodologi, dan adalah seorang tokoh penting figure di intellectual life dari Bagdad selama Seljuk periode. He wafat di Bagdad di 513 H. Ia adalah dikenang sebagai one dari most intellectually expansive para ulama tradisi Hanbali produced.
No linked books yet.