Loading...
Loading...
ابن عاشر
Imam
Abu Muhammad Abd al-Wahid ibn Ahmad ibn Ashir al-Ansari al-Fasi (990-1040 H / 1582-1631 M) adalah seorang ulama Maliki dari Maroko yang berasal dari kota Fez, dikenal terutama melalui syairnya yang masyhur, al-Murshid al-Mu'in ala ad-Daruri min Ulum ad-Din (Pembimbing yang Menolong dalam Ilmu-Ilmu Agama yang Wajib). Lahir di Fez dari keluarga yang berlatarbelakang keilmuan, ia menimba ilmu-ilmu Islam dari para ulama terkemuka kota tersebut.
Al-Murshid al-Mu'in karya Ibn Ashir adalah sebuah syair ringkas yang terdiri dari sekitar 116 bait, mencakup tiga ilmu pokok yang wajib diketahui setiap Muslim: fikih Maliki tentang dasar-dasar ibadah, akidah Asy'ariyah tentang pokok-pokok keimanan, dan jalan Syadiliyyah dalam tasawwuf mengenai dasar-dasar adab spiritual serta keikhlasan niat. Perpaduan ketiga ilmu ini — fikih, akidah, dan tasawwuf — mencerminkan pemahaman ulama tradisional bahwa ketiganya diperlukan untuk kehidupan Islam yang sempurna.
Syair ini menjadi teks keagamaan pengantar yang paling banyak dihafal dan dipelajari di seluruh Maghrib (Maroko, Aljazair, Tunisia) serta di banyak wilayah lain dunia Islam yang bermadzhab Maliki. Ratusan syarah telah ditulis untuknya sepanjang berabad-abad. Kepopulerannya bersumber dari aksesibilitasnya, cakupannya yang menyeluruh dalam pokok-pokok agama, serta kemudahannya untuk dihafal karena berbentuk syair.
Ibn Ashir mengajar di Fez dan wafat di sana pada tahun 1040 H. Meskipun al-Murshid al-Mu'in sendiri sangat ringkas, pengaruhnya yang luar biasa menjadikan Ibn Ashir salah satu ulama yang paling berdampak secara praktis dalam tradisi Maliki pada periode pasca-klasik.
No linked books yet.