Loading...
Loading...
ابن حبان
Muhammad ibn Hibban al-Busti (270-354 H / 884-965 M) adalah seorang ulama hadits, ahli fikih, dan ahli geografi terkemuka dari Bust (wilayah Afghanistan saat ini). Ia banyak melakukan perjalanan ke seluruh dunia Islam untuk menuntut ilmu hadits, berguru kepada lebih dari dua ribu ulama di Khurasan, Irak, Hijaz, Mesir, dan Syam. Ia merupakan murid Ibn Khuzaymah dan para imam hadits terkemuka lainnya di zamannya.
Karya termasyhurnya adalah al-Musnad as-Sahih (yang dikenal sebagai Sahih Ibn Hibban), sebuah kitab hadits yang disusun dengan susunan tematik unik yang ia rancang sendiri, mengelompokkan riwayat berdasarkan kandungan isi dan implikasi hukumnya, bukan berdasarkan perawi maupun topik sederhana. Meskipun susunan yang inovatif ini awalnya membuat kitab tersebut sulit untuk ditelusuri, ulama kemudian bernama Ibn Balban menyusunnya kembali ke dalam format yang lebih lazim (dikenal sebagai al-Ihsan fi Taqrib Sahih Ibn Hibban), yang kemudian menjadi edisi standar yang digunakan. Ia juga mengarang Kitab ath-Thiqat (Kitab Perawi-Perawi Terpercaya) dan Kitab al-Majruhin (Kitab Perawi-Perawi yang Dicelah), yang keduanya menjadi rujukan utama dalam ilmu jarh wa ta'dil.
Ibn Hibban pernah menjabat sebagai qadhi di Samarkand dan dikenal dengan keluasan ilmunya di bidang geografi, sejarah, dan fikih Islam di samping hadits. Ia mengarang lebih dari seratus karya, meskipun sebagian besar tidak sampai kepada kita. Ia wafat di Bust pada tahun 354 H (965 M). Sahih-nya dianggap sebagai salah satu kitab hadits terpenting di luar kutub as-sittah, dan kitab-kitabnya tentang penilaian perawi tetap menjadi rujukan fundamental hingga kini.