Loading...
Loading...
ابن شهاب الزهري
Ibn Shihab az-Zuhri (51-124 H / 671-742 M), yang nama lengkapnya adalah Muhammad ibn Muslim ibn Ubaydullah ibn Shihab az-Zuhri al-Qurashi, adalah salah satu ulama hadits paling berpengaruh dalam sejarah Islam. Ia menjadi penghubung penting antara generasi para sahabat dan generasi penyusun kitab-kitab hadits klasik, memastikan bahwa khazanah ilmu kenabian yang sangat luas terjaga dan tersampaikan dengan penuh ketelitian dan keteraturan. Kunyahnya adalah Abu Bakr, sedangkan nisbah az-Zuhri merujuk pada klan Zuhra dari suku Quraysh.
Az-Zuhri menimba ilmu dari sekitar tujuh puluh sahabat, di antaranya Anas ibn Malik, Sahl ibn Sa'd al-Ansari, dan Nafi' mantan budak Ibn Umar, serta sejumlah besar ulama Tabi'in terkemuka seperti Urwah ibn az-Zubair (yang merupakan guru utamanya dalam bidang sirah), Ubaidullah ibn Abdullah ibn Utbah ibn Mas'ud (yang mungkin merupakan guru terpentingnya secara keseluruhan), Sa'id ibn al-Musayyib, dan banyak lainnya. Keluasan belajar yang luar biasa ini menjadikannya tempat penyimpanan ilmu kenabian yang unik, mencakup hampir seluruh jalur sanad utama.
Khalifah Umayyah Umar ibn Abdul-Aziz menugaskan az-Zuhri sekitar tahun 99 H untuk melakukan pembukuan hadits resmi yang pertama secara sistematis, dengan menyadari bahwa para pembawa tradisi kenabian yang masih hidup semakin berkurang dan ilmu mereka perlu dicatat sebelum hilang. Respons az-Zuhri terhadap penugasan ini — yang melibatkan pengumpulan, verifikasi, dan pencatatan hadits secara cermat — meletakkan kerangka dasar bagi seluruh kegiatan penyusunan hadits setelahnya. Usahanya merupakan cikal bakal langsung dari kitab-kitab hadits kanonikal yang agung.
Di antara murid-murid utamanya adalah Imam Malik ibn Anas, al-Awza'i, Sufyan ibn Uyaynah, Yahya ibn Sa'id al-Ansari, dan Hisham ibn Urwah. Riwayat-riwayat yang dinukil melalui az-Zuhri membentuk bagian yang sangat besar dari keenam kitab hadits kanonikal. Ia juga memberikan sumbangsih perintis dalam genre sirah, dengan membangun dan melestarikan catatan-catatan sejarah yang ia terima dari Urwah ibn az-Zubair. Ia wafat pada tahun 124 H (742 M) di Sya'b Bawwan di Palestina, meninggalkan warisan intelektual yang menjadi fondasi seluruh bangunan keilmuan Islam klasik.
No linked books yet.