Loading...
Loading...
ابن سينا
Abu Ali al-Husayn ibn Abdullah ibn Sina (370-428 H / 980-1037 M), yang dikenal di Barat sebagai Avicenna, adalah seorang dokter, filsuf, dan cendekiawan Muslim Persia yang menjadi salah satu pemikir paling berpengaruh dalam sejarah intelektual Islam maupun Eropa. Lahir di dekat Bukhara, ia adalah seorang anak yang sangat berbakat; telah menghafal Al-Qur'an pada usia sepuluh tahun, menguasai ilmu kedokteran pada usia enam belas tahun, dan sudah menangani pasien serta menghasilkan karya-karya filosofis orisinal sejak awal usia dua puluhan.
Karya Ibn Sina yang paling terkenal adalah al-Qanun fi at-Tibb (Kanon Kedokteran), sebuah ensiklopedia medis lima jilid yang menyusun pengetahuan kedokteran Yunani, Romawi, dan Islam ke dalam sebuah kerangka yang komprehensif. Karya ini mencakup anatomi, fisiologi, farmakologi, diagnosis, dan pengobatan berbagai penyakit, serta menjadi buku teks kedokteran standar di dunia Islam maupun universitas-universitas Eropa selama lebih dari lima abad. Magnum opus filosofisnya, Kitab ash-Shifa (Kitab Penyembuhan), membahas logika, ilmu-ilmu alam, matematika, dan metafisika, dan merupakan ensiklopedia filosofis paling komprehensif yang ditulis oleh satu pengarang pada periode abad pertengahan.
Ibn Sina mengabdi sebagai dokter dan penasihat bagi berbagai penguasa di Persia dan Asia Tengah, menjalani kehidupan yang penuh gejolak politik, termasuk masa-masa penahanan dan pelarian. Pandangan-pandangan filosofisnya, khususnya mengenai emanasi alam semesta dan hakikat jiwa, kemudian dikritik oleh al-Ghazali dalam Tahafut al-Falasifah karena dianggap menyimpang dari posisi ortodoks Islam. Ia wafat di Hamadan pada 428 H (1037 M). Terlepas dari perdebatan teologis seputar filsafatnya, sumbangannya di bidang kedokteran dan ilmu-ilmu alam diakui secara universal sebagai salah satu yang paling signifikan dalam sejarah umat manusia.
No linked books yet.