Loading...
Loading...
ุฅุจุฑุงููู ุจู ุฃุฏูู ุงูุจูุฎู
Ibrahim ibn Adham al-Balkhi (died ca. 161โ165 H/778โ782 M) adalah salah satu yang paling terkenal zahids dari early Islam, figure whose story dari renunciation became paradigm dari voluntary poverty dan spiritual transformation. Ia adalah dari Balkh di Khurasan (modern Afghanistan), reportedly lahir ke dalam keluarga princely atau noble family dari great wealth dan comfort.
The tradisial account dari his konversi ke zahidism involves series dari sufial encounters โ hunter's call, voice dari di dalam, encounter dengan divine message โ yang caused him ke abandon his wealth, family, dan comfortable life ke pursue total devotion ke Allah. Whether taken literally atau symbolically, narrative established him as archetypal renouncer di Islamic spiritual literature, paralleled dengan figures like Buddha di comparative religious terms.
He wandered melalui Suriah, Mekkah, dan Madinah, earning his living melalui manual labor dan refusing ke accept charity atau patronage. Ia belajar hadith di his travels, narrating dari Sufyan al-Thawri, Sufyan ibn Uyayna, dan other para ulama he met. Despite his zahid lifestyle, ia adalah diakui sebagai ulama, dan his sayings sekitar nature dari tawba (repentance), zuhud (renunciation), dan path ke closeness dengan Allah adalah collected oleh later para ulama.
Ia menetap akhirnya di Suriah dan participated di ribat (frontier garrison) activities against Byzantines, dying selama naval expedition atau di frontier areas sekitar 161โ165 H. Ia adalah universally cited di Sufi literature as founding figure dari path dari renunciation, dan his sayings pada conditions untuk having one's supplications answered adalah among most frequently quoted di Islamic devotional literature.
No linked books yet.