Loading...
Loading...
عكرمة مولى ابن عباس
Ikrimah al-Barbari mawla ibn Abbas (w. 105 H / 723 M) adalah seorang ulama Berber dan mantan budak yang dimerdekakan oleh sahabat Abdullah ibn Abbas — Mufassir al-Quran — yang di bawah bimbingan langsungnya ia belajar selama bertahun-tahun hingga menjadi salah satu otoritas utama dalam tafsir al-Quran pada generasi Tabiin. Nama lengkapnya dalam tradisi biografi Islam cukup disebut Ikrimah, dengan nisbahnya merujuk pada statusnya sebagai mantan budak yang dimerdekakan (mawla) oleh Ibn Abbas dan asal-usulnya dari suku Berber. Kunyahnya adalah Abu Abdullah.
Ikrimah belajar kepada Ibn Abbas dalam waktu yang panjang, menimba ilmu dari sumber tafsir paling otoritatif yang tersedia bagi umat Muslim. Ia adalah murid yang begitu berdedikasi sehingga Ibn Abbas dilaporkan pernah berkata tentangnya: "Aku mengajarkan Ikrimah seluruh al-Quran dan seluruh ilmuku." Transmisi yang menyeluruh ini menjadikan Ikrimah sebagai saluran utama yang melaluinya pendapat-pendapat tafsir Ibn Abbas sampai kepada generasi berikutnya. Pendapat-pendapat tafsirnya termasuk yang paling sering dikutip dari kalangan Tabiin dalam literatur tafsir klasik karya at-Tabari, Ibn Abi Hatim, dan Ibn Kathir.
Ikrimah juga dikenal sebagai seorang musafir yang tak kenal lelah, membawa ilmunya dari Mesir ke Afrika Utara, dari Iraq ke Syam dan Khurasan, menyebarkan tradisi tafsir Ibn Abbas ke seluruh penjuru dunia Muslim. Perjalanan yang begitu luas ini menjadikan ilmu tafsirnya tersebar luas di berbagai wilayah yang mungkin tidak memiliki akses ke tradisi tafsir al-Quran dari Makkah.
Namun, sebagian ulama hadits, yang paling menonjol adalah Imam Malik ibn Anas, menyatakan keberatan terhadap sebagian riwayatnya, dengan Malik dilaporkan memerintahkan anggota keluarganya agar tidak meriwayatkan dari Ikrimah dalam bidang hadits. Al-Bukhari, sebaliknya, menilainya tsiqah dan memasukkan riwayat-riwayatnya dalam Shahih-nya. Perbedaan pendapat para ulama mengenai periwayatan haditsnya ini terpisah dari penerimaan yang hampir universal terhadap otoritasnya dalam tafsir. Ia wafat di Madinah sekitar tahun 105 H (723 M), meninggalkan warisan tafsir yang meresap ke dalam seluruh tradisi ulumul Quran klasik.
No linked books yet.