Loading...
Loading...
أحمد بن حنبل
Imam Ahmad ibn Hanbal (164-241 H / 780-855 M) lahir di Baghdad dan menjadi pembela ortodoksi Sunni yang paling terkemuka pada abad ketiga Islam. Beliau menimba ilmu dari para ulama terkemuka di zamannya di berbagai penjuru dunia Islam, termasuk Imam ash-Shafii di Makkah, dan menjadi seorang ahli hadits sekaligus ahli fiqih yang mumpuni. Musnad-nya merupakan salah satu kumpulan hadits terbesar, memuat sekitar 28.000 riwayat yang disusun berdasarkan nama sahabat.
Imam Ahmad paling dikenal karena keberaniannya selama Mihnah, yakni inkuisisi Abbasiyah di mana para khalifah al-Makmun, al-Mutasim, dan al-Watsiq memaksakan doktrin Mutazilah bahwa Al-Quran adalah makhluk. Ketika ulama-ulama lain menyerah di bawah ancaman, Ahmad tetap menolak berkompromi atas keyakinan bahwa Al-Quran adalah Kalamullah yang bukan makhluk. Beliau menanggung penjara dan cambukan di depan umum namun tidak pernah goyah, sehingga mendapat gelar Imam Ahl as-Sunnah. Keteguhannya menjaga posisi akidah Sunni untuk generasi-generasi berikutnya.
Mazhab Hanbali yang dinisbatkan kepada namanya dikenal dengan kuatnya pegangan terhadap dalil-dalil tekstual dari Al-Quran dan Sunnah, pendapat-pendapat para Sahabat, serta kehati-hatiannya dalam menggunakan qiyas secara berlebihan. Ahmad juga mengarang karya-karya tentang akidah, kezuhudan, dan keutamaan para Sahabat. Beliau wafat di Baghdad pada tahun 241 H (855 M), dan pemakamannya konon dihadiri oleh ratusan ribu orang. Pengaruhnya terhadap teologi Islam, ilmu hadits, dan pemikiran hukum sangat besar dan abadi.
No linked books yet.