Loading...
Loading...
محمد بن إدريس الشافعي
Imam Muhammad ibn Idris ash-Shafi'i (767-820 M) adalah arsitek teori hukum Islam dan pendiri mazhab Syafi'i dalam fikih. Lahir di Gaza, Palestina, ia menjadi yatim sejak kecil dan dibesarkan di Makkah dalam keadaan sederhana. Meski hidup dalam kemiskinan, kecerdasannya luar biasa: ia telah menghafal Al-Qur'an pada usia tujuh tahun dan Muwatta Imam Malik pada usia sepuluh tahun. Ia menghabiskan bertahun-tahun hidup di antara suku-suku Badui Hudhayl untuk menguasai puisi dan bahasa Arab sebelum beralih ke studi hukum formal.
Ash-Shafi'i belajar kepada Imam Malik di Madinah selama bertahun-tahun, menguasai tradisi fikih Hijaz, kemudian melakukan perjalanan ke Irak untuk belajar kepada Muhammad ibn al-Hasan ash-Shaybani, menyerap tradisi Hanafi Iraq. Pendidikan ganda ini memberinya perspektif unik yang ia padukan menjadi metodologinya sendiri. Kitabnya al-Risalah adalah karya sistematis pertama tentang usul al-fiqh, yang menetapkan prinsip-prinsip jelas untuk mengistinbath hukum dari Al-Qur'an, Sunnah, ijma', dan qiyas. Karya ini mengubah fikih Islam dari kumpulan pendapat individual menjadi ilmu yang terstruktur.
Ash-Shafi'i pertama kali mengajar di Baghdad (mazhabnya yang lama atau al-qadim), kemudian pindah ke Mesir, di mana ia merevisi banyak pendapatnya secara signifikan (mazhabnya yang baru atau al-jadid). Murid-muridnya di Mesir, termasuk al-Muzani, al-Buwayti, dan ar-Rabi' ibn Sulayman, mencatat dan meriwayatkan pendapat-pendapatnya yang terakhir. Ahmad ibn Hanbal, yang pernah belajar kepadanya, berkata, "Ash-Shafi'i bagaikan matahari bagi dunia." Ia wafat di Kairo pada tahun 204 H (820 M), dan mazhabnya menjadi yang dominan di Asia Tenggara, Afrika Timur, Arabia bagian selatan, dan sebagian wilayah Syam.