Loading...
Loading...
مالك بن أنس
Imam Malik ibn Anas (711-795 M), yang dikenal sebagai Imam Dar al-Hijrah, lahir dan wafat di kota Madinah, tidak pernah meninggalkan kota Nabi secara permanen. Beliau dibesarkan dalam keluarga ulama dan mulai mempelajari hadits sejak usia dini, menghafal al-Muwatta di bawah bimbingan para gurunya. Nasab beliau berasal dari suku Yaman, Asbah, dan keluarganya menetap di Madinah setelah penaklukan Islam.
Metode yurisprudensi Malik memberikan bobot khusus pada praktik (amal) penduduk Madinah, dengan berargumen bahwa praktik yang berlanjut dari para ulama Madinah merupakan transmisi hidup dari Sunnah Nabi. Prinsip ini membedakan mazhabnya dari mazhab-mazhab lain dan mencerminkan keterikatan mendalam beliau dengan warisan keilmuan kota tersebut. Beliau dikenal karena rasa hormatnya yang sangat besar terhadap hadits, sering kali menangis saat meriwayatkan hadits Nabi, dan beliau akan berwudhu serta mengenakan pakaian terbaiknya sebelum mengajarkan hadits.
Malik menghadapi kesulitan demi mempertahankan prinsip-prinsipnya. Ketika gubernur Abbasiyah di Madinah memerintahkannya untuk mendukung suatu sikap politik, Malik menolak dan dicambuk di depan umum hingga bahunya terlepas. Beliau menanggung hukuman itu dengan penuh kemuliaan dan tidak pernah mencabut pendapatnya. Al-Muwatta karya beliau menjadi teks hukum standar di sebagian besar dunia Muslim, dan mazhab Maliki yang beliau dirikan hingga kini tetap dominan di Afrika Utara dan Barat, sebagian kawasan Teluk, serta secara historis di al-Andalus. Beliau wafat pada tahun 179 H (795 M) dan dimakamkan di pemakaman al-Baqi di Madinah.
No linked books yet.