Loading...
Loading...
عمران بن حصين الخزاعي
Imran ibn Husayn al-Khuza'i (died 52 AH / 672 M) adalah seorang senior Sahabat dari Nabi ﷺ dan one dari major hadith perawis yang settled di Bashrah, Irak. He embraced Islam dan ayahnya Husayn later embraced Islam too, making them one dari father-son pairs both counted among para Sahabat. The Prophet ﷺ held him di high regard.
Ia adalah terkemuka di hadith literature untuk remarkable circumstance dari angels attending him. He reported yang he dapat hear greetings dari angels upon him, spiritual experience yang he said ceased ketika ia adalah afflicted dengan severe illness, dan then returned. This riwayat adalah preserved di authentic collections dan became one dari discussed topics di Islamic spirituality.
Imran ibn Husayn suffered dari severe chronic illness — digambarkan sebagai hemorrhoids — untuk thirty tahun. Despite this painful condition, he maintained his ibadah dan his teaching. He reportedly said he akan never wish illness away because he memiliki made vow dari patience dengan it, dan it kept him di constant remembrance dari Allah. His endurance became model dari patience cited oleh para ulama.
Ia menetap di Bashrah dan served as guru, hakim, dan transmitter dari prophetic tradisis. Umar ibn al-Khattab sent him ke Bashrah ke teach people their religion. Ia menjadi one dari founding religious authorities dari yang city. He wafat di Bashrah sekitar 52 AH, leaving behind numerous murids yang spread his riwayats throughout Irak dan melampaui.
No linked books yet.