Loading...
Loading...
جعفر بن أبي طالب
Jafar ibn Abi Talib (590-629 M) adalah kakak kandung Ali ibn Abi Talib dan sepupu Nabi Muhammad. Ia termasuk di antara orang-orang yang pertama masuk Islam dan dipilih untuk memimpin hijrah pertama kaum muslimin ke Habasyah (Ethiopia) guna menghindari penganiayaan oleh Quraisy. Di hadapan Raja Najashi, Jafar menyampaikan pidato bersejarah yang menggambarkan ajaran Islam tentang keadilan, kejujuran, dan ibadah kepada Allah Yang Maha Esa. Pidatonya yang fasih menggerakkan hati raja Kristen tersebut untuk memberikan suaka kepada kaum muslimin dan menolak permintaan delegasi Quraisy agar mereka dikembalikan.
Jafar tinggal lebih dari satu dekade di Habasyah dan kembali kepada komunitas muslim di Madinah pada tahun 7 H (628 M), tepat ketika Nabi sedang merayakan penaklukan Khaybar. Nabi sangat bersukacita atas kepulangannya, beliau bersabda bahwa beliau tidak tahu mana yang lebih membuatnya bahagia: penaklukan Khaybar atau kembalinya Jafar. Beliau memeluk Jafar dan mencium keningnya. Jafar dikenal karena kemiripannya yang luar biasa dengan Nabi, baik dalam penampilan maupun akhlak, dan Nabi berkata kepadanya, "Engkau menyerupai aku dalam rupa dan dalam akhlak."
Pada tahun 8 H (629 M), Jafar ditunjuk sebagai panglima pertama pasukan muslim dalam Perang Mu'tah melawan Byzantium di wilayah yang kini merupakan Yordania. Ia bertempur dengan keberanian yang luar biasa; ketika tangan kanannya terputus, ia menggenggam panji dengan tangan kirinya; ketika tangan kirinya pun terpotong, ia memeluk panji dengan kedua lengannya hingga ia gugur sebagai syahid. Nabi memberikan kepadanya gelar Jafar at-Tayyar (Jafar Si Penerbang), seraya bersabda bahwa Allah telah menggantikan kedua tangannya dengan dua sayap di surga.
No linked books yet.