Loading...
Loading...
جمال الدين الأفغاني
Jamal ad-Din al-Afghani (1838-1897 M / 1254-1315 H), yang juga dikenal sebagai Sayyid Muhammad ibn Safdar al-Husayni, adalah salah satu aktivis politik dan pemikir Muslim yang paling berpengaruh pada abad ke-19. Asal-usulnya yang pasti masih diperdebatkan; sebagian sumber menyebutkan kelahirannya di Asadabad, Afghanistan, sementara yang lain menyebut Iran. Ia banyak bepergian ke seluruh dunia Islam, tinggal di India, Mesir, Kesultanan Utsmaniyah, Iran, Prancis, dan Rusia.
Perhatian utama al-Afghani adalah kebangkitan politik dan intelektual dunia Islam dalam menghadapi kolonialisme Eropa. Ia menyerukan persatuan umat Islam (pan-Islamisme), adopsi ilmu pengetahuan modern dan pemerintahan konstitusional, serta perlawanan terhadap dominasi imperialisme Barat. Selama berada di Mesir, ia menjadi pembimbing bagi Muhammad Abduh dan para reformis lainnya, memberikan pengaruh mendalam terhadap gerakan pembaruan modernis. Bersama Abduh, ia menerbitkan jurnal berpengaruh al-Urwa al-Wuthqa (Tali yang Paling Kokoh) di Paris, yang menyerukan solidaritas Muslim dan perlawanan terhadap kolonialisme.
Warisan al-Afghani bersifat kompleks dan masih diperdebatkan. Aktivisme politik dan retorikanya menginspirasi generasi demi generasi reformis dan nasionalis Muslim. Namun demikian, sebagian ulama mempertanyakan aspek-aspek dari kredensial keagamaannya dan konsistensi posisi teologisnya. Ia tetap menjadi tokoh sejarah yang signifikan; seruannya untuk kesadaran politik Muslim, kebangkitan intelektual, dan persatuan dalam melawan kolonialisme telah membentuk dunia Islam modern. Ia wafat di Istanbul.
No linked books yet.