Loading...
Loading...
خباب بن الأرت
Khabbab ibn al-Aratt (sekitar 586–657 M) adalah salah satu Muslim pertama dan di antara orang-orang yang menanggung penganiayaan fisik paling berat di periode awal Mekkah. Ia berasal dari suku Tamim dan hidup sebagai budak milik Umm Anmar al-Khuza'iyyah, seorang wanita Mekkah. Ketika ia memeluk Islam di masa-masa paling awal dakwah, majikannya beserta rekan-rekannya menyiksanya dengan siksaan yang mengerikan. Kisah yang paling masyhur: mereka memanaskan besi membara lalu menekannya ke punggungnya hingga dagingnya memadamkan api tersebut.
Ia adalah di antara orang-orang yang paling awal memeluk Islam, barangkali merupakan Muslim keenam atau ketujuh, dan ia adalah salah satu dari sedikit orang yang dapat mengakses Nabi ﷺ secara langsung di periode awal Mekkah untuk menerima pengajaran langsung. Ia menjadi pengajar Al-Qur'an dan memiliki peran dalam pengislaman keluarga Umar ibn al-Khattab — kakak perempuan Umar, Fatimah, belajar Al-Qur'an kepadanya, dan keberadaan lembar-lembar mushaf di rumahnyalah yang memicu momen terkenal ketika Umar mendengarkan Al-Qur'an dan kemudian memeluk Islam.
Ia berhijrah ke Madinah, ikut serta dalam seluruh ekspedisi militer bersama Nabi ﷺ, dan hidup hingga masa kekhalifahan Utsman ibn Affan. Dalam usia tua yang penuh penyakit, ia menunjukkan bekas luka-luka siksaan di punggungnya kepada para Sahabat yang datang mengunjunginya. Kisah hidupnya menjadi simbol keteguhan orang-orang yang paling lemah — budak dan orang miskin — yang mengorbankan segalanya demi Islam pada masa-masa paling gelap di Mekkah.
No linked books yet.