Loading...
Loading...
خديجة بنت خويلد
Khadijah bint Khuwailid (555-620 M) adalah istri pertama Nabi Muhammad dan orang pertama yang menerima Islam. Seorang wanita mulia dari suku Quraysh, dari klan Asad, ia adalah seorang pebisnis yang sukses dan dihormati di Makkah, dikenal karena kecerdasannya, kemurnian akhlaknya, dan kedermawanannya. Ia mempekerjakan Muhammad yang masih muda untuk mengelola kafilah dagangnya, dan terkesan dengan kejujuran serta karakternya, ia pun mengajukan lamaran kepadanya. Ia berusia sekitar empat puluh tahun dan Muhammad berusia dua puluh lima tahun saat pernikahan mereka berlangsung.
Ketika Muhammad menerima wahyu pertamanya di Gua Hira dan pulang dalam keadaan gemetar, Khadijah adalah orang pertama yang menghiburnya dan menyatakan keyakinannya kepada beliau serta kenabiannya. Ia membawa Muhammad menemui sepupunya, Waraqah ibn Nawfal, seorang cendekiawan Nasrani, yang membenarkan bahwa pengalaman tersebut adalah wahyu ilahi yang nyata. Dukungan Khadijah yang teguh selama tahun-tahun paling awal dan paling sulit dalam sejarah Islam sangat tidak ternilai bagi misi Nabi.
Ia menghabiskan seluruh kekayaannya untuk mendukung komunitas Muslim selama pemboikotan yang diberlakukan oleh kaum Quraysh terhadap klan Nabi. Ia melahirkan anak-anak Nabi, termasuk Fatimah, yang kelak menjadi salah satu wanita terbesar dalam sejarah Islam. Nabi mencintai Khadijah dengan sangat dalam dan tidak menikahi wanita lain selama hidupnya. Setelah wafatnya, beliau terus mengenang dan menyebutnya dengan penuh kasih sayang yang mendalam. Malaikat Jibril menyampaikan salam sejahtera dari Allah kepadanya dan memberikan kabar gembira berupa sebuah istana di Surga.
No linked books yet.