Loading...
Loading...
خديجة بنت خويلد
Khadijah bint Khuwaylid (555-619 M) adalah istri pertama yang dicintai Nabi Muhammad dan orang pertama yang memeluk Islam. Lahir dari suku Quraysh yang terpandang, ia adalah seorang pedagang kaya yang mendapat gelar at-Tahirah (Yang Suci) dan Ameerat Quraysh (Putri Quraysh) atas kemuliaan akhlaknya. Ia mempekerjakan Muhammad untuk memimpin kafilah dagangnya ke Syam, dan setelah menyaksikan kejujuran serta integritasnya yang luar biasa, ia mengajukan lamaran pernikahan melalui seorang perantara.
Selama dua puluh lima tahun pernikahan, Khadijah adalah sahabat terdekat, pendukung terkuat, dan penasihat paling dipercaya oleh Nabi. Ketika wahyu pertama turun dan Nabi diliputi keguncangan serta kekhawatiran, ia mengucapkan kata-kata penghiburan yang bersejarah: "Demi Allah, Allah tidak akan pernah menghinakanmu. Engkau menyambung tali silaturrahim, menanggung beban orang-orang yang lemah, membantu orang-orang miskin, memuliakan tamu, dan menolong mereka yang tertimpa musibah." Ia mendedikasikan seluruh kekayaannya yang besar untuk perjuangan Islam dan menanggung penderitaan akibat pemboikotan Quraysh tanpa satu pun keluhan.
Khadijah adalah salah satu dari empat wanita terbaik dalam sejarah Islam, sebagaimana yang dinyatakan oleh Nabi sendiri. Wafatnya pada tahun 619 M, di tahun yang sama dengan wafatnya Abu Talib, menandai 'Am al-Huzn (Tahun Kesedihan), salah satu periode paling berat dalam kehidupan Nabi. Warisannya sebagai Ummul Mukminin tetap menjadi teladan abadi dalam hal keimanan, kesetiaan, dan pengorbanan.
No linked books yet.