Loading...
Loading...
خالد بن الوليد
Khalid ibn al-Walid (585-642 M) adalah salah satu panglima militer terbesar dalam sejarah, yang diberi gelar Sayf Allah al-Maslul (Pedang Allah yang Terhunus) oleh Nabi Muhammad. Sebagai anggota klan Makhzum dari Quraisy, Khalid dididik sebagai seorang pejuang sejak kecil dan pertama kali meraih ketenaran ketika bertempur melawan kaum Muslimin pada Perang Uhud di tahun 3 H, di mana serangannya berkuda berhasil membalikkan keadaan melawan pasukan Muslim. Ia memeluk Islam pada tahun 8 H (629 M) bersama Amr ibn al-As dan Uthman ibn Talhah.
Komando besar pertama Khalid sebagai seorang Muslim terjadi pada Perang Mutah, di mana ia mengambil alih kepemimpinan setelah ketiga komandan yang ditunjuk gugur sebagai syuhada. Ia dengan cekatan mengelola penarikan taktis menghadapi pasukan Bizantium yang jauh lebih besar, sehingga berhasil menyelamatkan tentara Muslim. Nabi pun menghormatinya dengan gelar Pedang Allah atas keberhasilan ini. Ia memainkan peran yang sangat penting dalam penaklukan Makkah dan Perang Hunayn.
Pada masa kekhalifahan Abu Bakr, Khalid menjadi panglima utama dalam perang Riddah yang menyatukan kembali Jazirah Arab. Ia kemudian memimpin kampanye melawan Kekaisaran Sasaniyah di Irak, memenangkan setiap pertempuran yang ia jalani, sebelum melakukan perjalanan paksa yang luar biasa melintasi padang pasir Syam untuk memperkuat pasukan Muslim di Levant. Ia memimpin kemenangan besar kaum Muslimin pada Perang Yarmuk tahun 636 M melawan Kekaisaran Bizantium. Khalid tidak pernah kalah dalam satu pun pertempuran sepanjang kariernya, baik saat masih musyrik maupun setelah masuk Islam. Ia dicopot dari jabatan komandan oleh Umar, namun menerima keputusan tersebut dengan penuh ketaatan. Ia wafat di Homs, Syam, pada tahun 21 H (642 M), dan konon ia meratap karena meninggal di atas tempat tidurnya, bukan di medan perang.
No linked books yet.