Loading...
Loading...
لقمان
al-Hakim (the Wise)
Luqman adalah salah satu tokoh yang secara khusus dimuliakan dalam Al-Qur'an — sebuah surah penuh (Surah Luqman, surah ke-31) dinamai sesuai namanya dan merekam nasihat-nasihatnya kepada putranya. Ia bukan nabi menurut pendapat ilmiah yang dominan, melainkan seorang hamba yang bijaksana (hakim) yang dianugerahi hikmah oleh Allah: "Dan sungguh, telah Kami berikan hikmah kepada Luqman, yaitu: Bersyukurlah kepada Allah. Dan barang siapa bersyukur, maka sesungguhnya dia bersyukur untuk dirinya sendiri; dan barang siapa tidak bersyukur (kufur), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya, Maha Terpuji" (Surah Luqman 31:12).
Al-Qur'an kemudian merekam nasihatnya kepada putranya dalam lima ayat yang agung yang mencakup keseluruhan akidah dan akhlak Islam: larangan syirik (31:13), perintah berbakti kepada kedua orang tua (31:14-15), keyakinan bahwa Allah mengetahui segala sesuatu sekecil apa pun (31:16), kewajiban shalat, amar makruf nahi mungkar, dan sabar menghadapi ujian (31:17), serta larangan sombong dan perintah bersikap sederhana dalam berjalan dan berbicara (31:18-19).
Para ulama berbeda pendapat tentang identitas Luqman. Pendapat terkuat adalah bahwa ia seorang hamba (budak) yang berasal dari Afrika — kemungkinan Sudan atau Etiopia — yang hidup pada masa pra-Islam, kemungkinan di zaman Nabi Dawud AS. Beberapa berpendapat ia adalah seorang nabi, namun mayoritas ulama — termasuk Ibnu Katsir — menolak pandangan ini karena tidak ada dalil tegas yang mendukungnya. Kisah-kisah hikmah yang dinisbahkan kepada Luqman sangat banyak dalam literatur Arab, menjadikannya sosok legendaris kearifan dan kesederhanaan yang tulus.
No linked books yet.