Loading...
Loading...
مرعي بن يوسف الكرمي
Mar'i ibn Yusuf ibn Abi Bakr al-Karmi al-Maqdisi (963-1033 H / 1556-1624 M) adalah seorang ulama, ahli fiqih, dan teolog Hanbali yang lahir di desa Tur Karma dekat Tulkarem di Palestina. Nisbanya al-Maqdisi menghubungkannya dengan Yerusalem (al-Quds) dan tradisi keilmuan Palestina yang lebih luas. Ia kemudian menetap di Kairo, di mana ia mengajar, mengeluarkan fatwa, dan menghasilkan banyak karya ilmiah yang menjadi rujukan penting dalam mazhab Hanbali di seluruh dunia Arab dan Semenanjung Arabia.
Al-Karmi belajar di bawah bimbingan ulama-ulama Hanbali terkemuka di Syam dan Mesir, menguasai fiqih, teologi, hadis, dan ilmu-ilmu Islam lainnya. Ia menjadi salah satu tokoh Hanbali terkemuka di Mesir pada masa awal Ottoman, berkontribusi dalam pelestarian dan penyebaran mazhab di wilayah yang mayoritas pengikutnya bermazhab Syafi'i dan Hanafi.
Kitabnya Dalil at-Talib li-Nayl al-Matalib adalah teks pengantar fiqih Hanbali yang disusun dengan cermat, memaparkan pendapat-pendapat yang mu'tamad dalam mazhab secara ringkas dan mudah dihafal, mencakup seluruh bab-bab utama fiqih. Kitab ini menjadi populer di seluruh dunia Arab, khususnya di Semenanjung Arabia, di mana ia kemudian mendapat syarah paling terkenal: Manar as-Sabil fi Sharh ad-Dalil karya Ibrahim ibn Muhammad ibn Dawyan (w. 1353 H / 1935 M), yang digunakan secara luas dalam halaqah pengajaran Hanbali di Arab Saudi dan Teluk.
Dalam bidang teologi, ia menulis Aqawil ath-Thiqat fi Tawil al-Asma was-Sifat wal-Ayat al-Muhkamat wal-Mutashabihat, yang membahas nama-nama dan sifat-sifat Allah sesuai dengan akidah Athari serta mengkaji penafsiran teks-teks mutasyabihat dalam Al-Quran dan Sunnah. Karya ini mencerminkan komitmennya terhadap manhaj Athari dalam masalah sifat-sifat Allah.
Ia juga mengarang Ghayat al-Muntaha fil-Jam bayn al-Iqna wal-Muntaha, sebuah sintesis komprehensif yang menggabungkan al-Iqna karya al-Hajjawi dan Muntaha al-Iradat karya Ibn an-Najjar dalam satu karya. Ia wafat di Kairo pada tahun 1033 H (1624 M), meninggalkan warisan keilmuan Hanbali yang mudah dipahami namun tetap otoritatif.
No linked books yet.