Loading...
Loading...
معاذ بن جبل
Mu'adh ibn Jabal (603-639 M) adalah salah satu sahabat Nabi Muhammad yang paling terkemuka, dipuji sebagai orang paling berpengetahuan dalam ummah mengenai perkara halal dan haram. Ia berasal dari suku Khazraj di Madinah dan memeluk Islam pada usia delapan belas tahun, menyatakan baiat pada Perjanjian Aqabah Kedua. Ia dengan cepat menjadi salah satu ulama terdepan di kalangan para sahabat berkat kecerdasan luar biasa dan pemahaman mendalam tentang hukum Islam.
Nabi mengutus Mu'adh ke Yaman sebagai hakim dan pengajar, dan dalam sebuah hadits yang terkenal beliau bertanya kepadanya: "Bagaimana engkau akan memutuskan perkara?" Mu'adh menjawab, "Dengan Kitabullah, lalu dengan Sunnah Rasulullah, kemudian dengan ijtihadku sendiri." Nabi menyetujui metode ini, yang kemudian menjadi prinsip dasar dalam ilmu fiqih Islam. Mu'adh juga termasuk di antara mereka yang secara khusus direkomendasikan oleh Nabi untuk mempelajari Al-Qur'an, dan ia tercatat sebagai salah satu dari enam sahabat yang menghimpun Al-Qur'an pada masa hidup Nabi.
Mu'adh wafat pada masa wabah Amwas di Lembah Yordania pada tahun 18 H (639 M) dalam usia yang masih muda, yakni tiga puluh enam tahun. Meskipun hidupnya relatif singkat, pengaruhnya terhadap keilmuan Islam sangatlah besar. Nabi bersabda tentangnya, "Orang yang paling berpengetahuan di antara ummatku mengenai apa yang halal dan apa yang haram adalah Mu'adh ibn Jabal." Diriwayatkan pula bahwa beliau menyatakan Mu'adh akan berada di barisan terdepan para ulama pada Hari Kebangkitan.
No linked books yet.