Loading...
Loading...
محمد بن علي بن الحسين الباقر
Muhammad ibn Ali ibn al-Husayn, dikenal sebagai al-Baqir (57–114 H / 676–733 M), adalah great-grandson dari Nabi ﷺ dan one dari leading para ulama dari Madinahn Tabiun generasi. As son dari Ali ibn al-Husayn Zayn al-Abidin dan great-grandson dari Ali ibn Abi Talib, he held position dari immense spiritual dan ulamaly otoritas di early second abad.
Ia adalah present as child di Battle dari Karbala, having been born sebelum yang catastrophic event, dan survived because dari his young age. He grew up di Madinah under ayahnya's guidance dan became one dari most learned men dari his generasi. Sunni ahli haditss transmit dari him extensively, dan he appears di chains dari major collections melalui his murid Jabir ibn Yazid al-Ju'fi dan others.
Ia adalah given epithet al-Baqir — " one yang opens up ilmu pengetahuan" atau " one yang splits ilmu pengetahuan open" — reflecting reputasinya as ulama yang went deeply ke dalam every subject. The Prophet ﷺ reportedly foretold his coming dan sent greetings ke him melalui Jabir ibn Abd Allah al-Ansari, yang lived long enough ke meet young Muhammad al-Baqir dan convey Nabi ﷺ's greetings.
In Syiah tradisi ia adalah dianggap Fifth Imam dan transmitter dari Imami theological dan legal tradisi. In Sunni para ulamahip ia adalah respected Tabi'i transmitter. Ia mengajar many murids including putranya Jafar al-Sadiq, yang surpassed him di fame di subsequent generasis. He wafat di Madinah sekitar 114 H dan adalah buried di Baqi' cemetery.
No linked books yet.